Tuesday, June 20, 2017

Tips Membuat Hidup Lebih Nyaman : Kurangi barang di Kamar (Review Aplikasi Carousell



Berawal dari ketertarikan saya tentang Metode KonMari, yaitu teori tentang pentingnya meminimalisir barang yang ada di kamar atau di rumah. Saya yang cenderung kurang rapi dan terorganisir terketuk hatinya mendengar fakta bahwa sebuah ruangan itu berpengaruh lho untuk kebahagiaan kita.
Teori ini dibawa oleh Marie Kondo lewat bukunya “The Life-Changing Magic of Tidying Up: The Japanese Art of Decluttering and Organizing” yang sudah terbit di 30 negara. Ada banyak cara seru yang kita ikuti di sini.  Sejujurnya belum baca buku ini, tapi ulasannya sudah banyak banget di google. So, kamu bisa  searching langsung ya. Intinya satu, merampingkan barang-barang di rumah kita, memilah mana sih barang yang benar-benar melekat di hati kita dan tidak, itu akan membuat hidup kita lebih bahagia.
Sebagai anak kos, tentu ini bermanfaat banget. Saya mulai berpikir dan memilah mana sih barang yang harus saya pertahankan untuk tetap tinggal, dan mana barang yang harus saya relakan pergi. Tentu saja barang apapun sebenarnya berharga buat saya, makanya kalaupun harus ‘direlakan’ pergi pun, sebisa mungkin harus pindah ke tangan yang tepat.
Nah untuk mendistribusikan barang-barang saya tersebut, akhirnya saya percayakan pada aplikasi Carousell. Aplikasi ini cukup terkenal di jagat social media. Saya download di App Store karena pakai iphone. Size aplikasi ini hanya 40.7 MB yang menurut saya tidak terlalu besar dibandingkan aplikasi lain yang saya gunakan sehari-hari.

Friday, May 19, 2017

Jakarta Mengubah Saya (Self Talk)




Di kota ini, semua semua orang dikejar oleh waktu. Terlambat sedikit, rasanya bisa rugi banyak. Padahal, kebanyakan waktu juga dihabiskan di jalanan. Atau, dihabiskan hanya untuk menunggu jam pulang kerja.

Meski seringkali menggerutu tentang Jakarta atau bahkan memaki, saya belum berani meninggalkan kota ini. Bukan karena orang lain, tapi murni karena saya sendiri. Mungkin ini keegoisan hati, mungkin juga karena ambisi untuk terus menggali potensi diri.

Yang jelas, sampai detik ini saya masih di sini.

Friday, May 12, 2017

Review Gastromaquia : Menu Khusus untuk Bulan Ramadhan


Tampak depan, resto Gastromaquia sudah mencuri atensi. Tampilannya seperti toko di kawasan Eropa, memiliki kanopi dan papan tulisan menu. Suasananya juga cukup sejuk meskipun berada di jantung Kota Jakarta. Jalan Ciniru di kawasan Senopati ini memang terbilang rimbun dan tidak berisik. Jadi tak heran jika kawasan ini ditempati beberapa kafe dan resto.

Tuesday, May 9, 2017

Review Noore Hijab Sportwear (and Blogger Gathering Story)



Gayung bersambut! Saat saya lagi nyari celana olahraga buat lari, pas banget diundang ke acara Noore Blogger Gathering di Bandung. How lucky!

Eh, Noore itu apa sih?

Noore adalah “anak” dari label fashion “Applecoast” yang sudah lebih dulu melanglangbuana ke luar negeri. Applecoast mungkin jarang terdengar oleh para fashionista, khususnya perempuan. Brand ini memang lebih besar di luar negeri dan targetnya juga kebanyakan laki-laki. Applecoast dibuat oleh Adidharma Sudradjat pada tahun 2014 dan sekarang sudah punya 21 titik di USA lho. Hebat ya?

Tuesday, May 2, 2017

Review Cosrx One Step Pimple Pad [Super Honest Review]



Hallo semuanya. Beberapa waktu ini saya dipusingkan oleh masalah jerawat. Sebenarnya jerawat adalah penyakit akut saya dari SMA. Jerawat yang sering muncul itu jerawat merah meradang dan membatu yang kerasa sakit kalo lagi mau numbuh. Nah dulu sih biasanya satu dua biji aja, sekarang malah jadi sering tambah banyak.

Jerawat ini hilang hanya jika saya memakai obat dokter, nggak pake obat dokter dipastikan mutlak balik lagi. Nah, karena males balik ke dokter saya pun mencoba memakai skin care Korea yang lagi hits buat pimple, Cosrx One Step Pimple Pad.

Saturday, February 18, 2017

Lagi Terganggu Penyakit Akut



Hallo semua.
Satu bulan lebih tidak posting di blog ini. Sebenarnya bukan karena sibuk banget sih, tapi mungkin beberapa waktu terakhir ada beberapa kendala yang membuat saya stuck dalam menulis artikel. Jadi masalahnya : ada 3-4 artikel yang saya siapkan tapi belum berhasil dirampungkan.

Penyakit saya dari dulu, kalau punya ide baru yang idealis, malah justru susah banget terlaksana. Ada kalanya saya menjadi orang yang sangat konseptor dan buruk dalam eksekusi, namun adakalanya saya memilih untuk menjadi eksekutor yang baik dibandingkan menjadi pengolah konsep.