Tuesday, August 16, 2011

Its not a Suffering


akhirnya saya memutuskan untuk menulis (lagi). Padahal batrei laptop sudah tinggal kurang dari 15 menit, waktu yang sangat sebentar bagi saya untuk memilih kata-kata yang tepat dalam tulisan ini.
Anyway, beberapa bulan setelah bulan April kelabu itu terlewati, saya ternyata masih bisa berdiri dan menjalani aktifitas dengan relatif normal. Dulu saya pikir kehidupan tanpa orang tua itu mengerikan, katakanlah, sempitnya saja, saya akan kehilangan sumber penghasilan finansial primer, dan luasnya,, saya akan kehilangan sumber doa primer saya. Tapi tidak semenderita itu. Karena faktanya, saya memiliki sanak saudara yang begitu hebat. Dan Allah telah menetapkan rezeki saya, dari berbagai tangan.
Di luar itu semua, tidak ada gading yang tak retak. Kehidupan memang tak pernah lurus, karena Allah selalu ingin melihat hambaNya tumbuh berkembang. Perlahan saya mulai kehilangan kendali pikiran atas diri saya sendiri, mulai kehilangan mata untuk melihat diri saya sendiri, dan memaknai kepribadian saya sendiri, padahal, saya mempelajari teori kepribadian beberapa semester suntuk.
Ya, saya mulai bingung melihat tingkah laku saya yang di luar kebiasaan, yang begitu berubah-ubah, dan timbul tenggelam. Sepertinya tidak ada yang mampu menerjemahkan arti perilaku saya kecuali Tuhan. (Mungkin Malaikat Raqib Atid pun kebingungan menerka niat baik dan niat buruk saya).
Sepertinya saya mulai membangun kembali kepribadian saya. Anggaplah saya kehilangan alat pencetak, yang biasanya sebuah batu bata itu dibentuk dengan cetakan, sekarang harus membentuknya sendiri tanpa cetakan apapun. Katakanlah saya seperti batu bata itu.

Oh, kita tidak sedang membicarakan sebuah penderitaan ditinggal orang tua. Tidak, bukan itu. Saya paham masih sangat banyak orang-orang yang memiliki nasib lebih pahit dari saya. Jangan mengingatkan saya lagi tentang itu, saya sudah sangat paham, paham sekali. Saya hanya sedang mencoba membagi beberapa efek psikologis seusai cobaan terbesar dalam hidup saya ini terjadi. Itu saja, dan itu bukan penderitaan yang harus ditangisi.
Biasanya saya menjadi orang paling cerewet di rumah, dan pendia
m di luar rumah. Tapi sekarang saya tidak menemukan itu lagi. Biasanya saya mampu mengendalikan setiap emosi yang meletup-letup di pikiran saya, sekarang sering tidak begitu. Biasanya saya paham betul seperti apa orang-orang perlu saya perlakukan, tapi sekarang saya malas melakukan hal itu. Dan saya tidak tahu, apakah ini bersifat permanen, atau temporary.
Oke kita lihat saja suatu hari nanti..

i will blog again bout this theme someday, when i find the answer and the solution related to this case. see ya!

Tuesday, May 31, 2011

The Narsism, feel free to close your eyes

The feminine pink


The Brownie

the purple


Tangkuban Parahu


Hello Blogger!



haiii its so long i've never blogged again ! since several weeks ago, i coudnt enter to this website, i havent found the reason yet.
Well, forget it.. importently, i can write again right now. i'm promise i will be more dilligent to blog every moment in my life here. :D
anyway, for now, i'll show you one of my favorite blogger, she
is
Fifi Alvianto . She is a housewife, and living in Jakarta now. She graduated at early 21 from Multimedia ITB.



i'm a reader of three of her blogs, they are
enjoy to visit them, so inspiring :)

i love to collect so many great women. She is one of them. i will put more pictures of her, but actually the internet connection is so poor here :( .

Wednesday, April 27, 2011

"sabar ya mia"

dalam warna malam yang tipis, dan hujan yang meludahi daun kecil di samping kamar, dunia terasa begitu berbeda di ruangan ini. jika aku bunga, mungkin aku sedang melawan kemarau yang mungkin akan membuatku layu dan terjatuh sia-sia di tepi jalan.
Entah bagaimana aku menumpuk bongkahan kata yang tepat untuk mengutarakan maksudku berbicara malam ini. entah penting, entah tak berguna.
hidup sedang mengeras, batu sedang meruncing, udara sedang mendingin. tapi aku masih tak bergeming.


Dengan sedikit keberanian, akhirnya saya memutuskan untuk berbicara di sini. Tentang kebiasaan saya menangis sendirian yang masih saya lakukan, dan mungkin akan saya lakukan dalam waktu yang tidak bisa diprediksi. Saya rasa perlu menangis, setelah beberapa hari yang lalu, saya sesak nafas, lalu dibawa ke klinik terdekat, diprediksi jantung sensitif dan lambung yang jelek. Tapi untungnya setelah lanjut berobat ke internist, jantung saya baik-baik saja, hanya lambung yang kembali berdemo agar saya memperbaiki pola makan, dan tidak terlalu banyak pikiran.
saya stres. tentu. saya baru saja ditinggal mendiang mama, dua minggu yg lalu, padahal luka ditinggal mendiang bapa lima tahun yang lalu belum kering. dan padahal lagi, ada banyak unek-unek yang belum saya sampaikan pada mama, dan padahal lagi, saya sering menangis karena mama satu bulan terakhir sebelum dia pergi, sayangnya, mama belum tahu semua itu.
lalu ketika semua orang mengetahui hal ini. mereka akan berlomba-lomba mengucapkan kata "sabar ya mia" atau "kamu harus kuat" dengan gaya bicara yang berbeda. saya sungguh bosan diminta untuk sabar dan kuat, saya sudah menghafal dua kata itu di luar kepala, mereka tidak perlu mengingatkan saya lagi, terima kasih.
karena saya tidak mau membuat orang-orang kebingungan harus merespon tangis saya seperti apa, jadi biar saya menangis sendiri, biar saja mereka tidak tahu, atau pura pura tidak tahu. atau biar saja mereka pun asyik (atau menderita) dengan masalah mereka sendiri.

sebenarnya saya hanya ingin menarik nafas, memandang jauh ke bukit-bukit hijau yang asri, atau bunga-bunga yang sedang mekar. tidak dengan tugas kuliah yang membabi buta, persiapan presentasi berbahasa inggris untuk seleksi mahasiswa berprestasi di jurusan, dan teman-teman yang menangisi hal hal yang sulit saya mengerti. saya ingin menarik nafas panjang, menguatkan diriku sendiri bahwa saya pantas untuk hidup, dan saya harus melanjutkan hidup.
itu saja
itu saja
tanpa ada lagi yang berkata "sabar ya mia"
karena kalau saya tidak sabar, saya tidak akan diberi ujian ini. mengerti?

Sunday, April 24, 2011

tulisan, begitu aku menyebutnya

tulisan bisa mengangkat derajat seseorang, tulisan bisa menurunkan derajat seseorang.
tulisan bisa mempopulerkan seseorang secara instan. tulisan meski bukan lagi dihasilkan pena, tapi ujungnya tetap runcing dan siap mengubah siapapun yang menggunakannya.

tulisan bisa berasal dari mimpi, tulisan bisa menghasilkan mimpi.
tulisan bisa hidup bertahun-tahun, tapi jg bisa mati hanya karena satu cibiran miring dari sudut mata yang tak suka.

tulisan bisa menggambarkan pesona bahagia, bisa juga menggambar kerudung kesedihan
tulisan bisa mengakar mengikat siapapun yang membacanya, bisa juga dibuang dihina siapapun yang disindirnya.

tulis, menulis, ditulis, tertulis,
mencomot setiap kata yang terurai dalam udara, menyusunnya jadi semburat makna.
yang dalam dan mencekam.

Saturday, April 23, 2011

bintang, dengan definisi yang tak biasa.


-memori 12 April 2011-

bintang yang berujar dengan sinar, menaungi mimpi yang berkendara lewati satu malam menuju malam lainnya.
yang sempat diurai kabut menjadi hilang terang dimadu abu. tapi kemudian kembali menghampar
memercik langit tanpa warna.

dia bintang yang tertawa dengan pelita, memandu malam bertemu mentari di pagi hari.
menyemangati sunyi yang menyendiri di ufuk para perindu kebahagiaan. menuntun diam yang mendekam di hati awan legam menuju warna cerah yang diuntai pelangi.'


wahai bintangku yang tlah dipisahkan dari raganya
Mulia senantiasa menyertaimu di mana pun kau terjaga
Tuhan selalu senyumimu kapanpun kau terbangun
istirahatlah dengan nyaman yang sempurna, yang tak pernah bisa kau lakukan di dunia fana
kami semua sangat merindukanmu..


-kepada mama, yang selalu ada dalam jiwa,hati, dan mimpi-

Saturday, April 16, 2011

evanescence


untuk beberapa saat ini, aku benci kehilangan. aku benci saat saat aku harus menamai kebersamaan dengan seseorang sebagai kenangan.

tapi mereka mengatakan, dalam sebuah pertemuan itu ada perpisahan. tapi mereka mengatakan setiap yang hidup itu akan mati. dan pada akhirnya kita akan menyendiri di alam barzah, tanpa satu manusia pun di dalamnya.

ah, apakah itu berarti,, kehilangan ini, adalah pembelajaran dari Tuhan agar aku biasa hidup sendiri? apakah setelah ini , aku akan terus kehilangan orang-orang yang aku sayangi lagi?

Jangan, jangan tinggalkan aku lagi .. jangan tinggalkan aku ..

Wednesday, April 13, 2011

the Grand Woman has Gone ..


Saya telah mempelajari banyak tentang makna kematian sejak almarhum Bapak berpulang ke Rahmatullah beberapa tahun yang lalu. Tentang kerinduan yang menjalar di sela sela hati dan menusuk-nusuk dada. Tentang doa yang hanya bisa disampaikan oleh anak yang sholeh. Dan tentang keabadian keberadaan almarhum di hati saya, meski wujudnya tidak bisa lagi saya lihat di dunia.
Namun seberapapun saya pahami makna kematian itu. Tidak akan mengurangi kesedihan ketika satu orang yang paling bermakna di hidup saya, harus kembali berpulang ke pangkuan pemiliknya.

Mama .. my grand woman
wanita besar, hebat, cerdas, yang palinggg saya sayangi sedunia sekarang sudah tidak tinggal di rumah lagi. Beliau sudah istirahat dari rasa sakit yang selama ini mengganggu tidur nyenyaknya.
Saya sedih, sangat sedih. Tapi bagaimana mungkin saya terus bersedih, padahal mama sekarang sudah merasa lebih nyaman? bagaimana mungkin saya bersedih, padahal mama sekarang tidak kesakitan lagi seperti saat beliau masih hidup?
Saya tidak bisa egois,
mengharapkan mama selalu ada di depan mata saya, dan memenuhi semua kebutuhan saya. Saya tidak boleh seegois itu.

Saya wajib mengikhlaskan semua ini. Allah mencintai mama, jauhhhhhhhhh lebih sempurna daripada kami anak-anaknya. Allah berhak mengambil mama, Allah tahu kapan mama harus pulang. Allah Maha Mengerti, dan saya sepenuhnya yakin Dia telah menulis rencana lain yang lebih indah untuk saya.

Meski tidak bisa saya pungkiri, ada banyak hal yang akan berubah. Yang mungkin akan menjadi turning point kehidupan saya. Mama adalah sumber kekuatan saya, dan sekarang sumber itu tidak bisa saya lihat lagi, tapi insya allah saya tetap merasakan mama di hati saya.

Saturday, April 9, 2011

when i'm depressed

have u ever felt, every wiseword written, heard, and spoken was just a common sense?
have you ever felt, a million wise sentences they have written and spoken, doesnt have mean?

i have ! i have !
and i surely bored of the kind of "quasi-advise"
wtf of the kind of "wiseword"
i dont hear, i cant hear!!

Wednesday, April 6, 2011

Her Name is Mya




Lemme share some photos of mine. Hmm i think its cool enaugh to be exhibited here.





Hey.Mya!

with a lot of paper beside me, i still blogging and designing some cute button for my blog. well, should i stop it and trying to study for a while? Hey Mya..tomorrow u have a mid-level-examination!

Tuesday, April 5, 2011

Cool muslimah, i think

Banyak orang berpendapat, kalau jilbab bisa menutupi kecantikan seorang perempuan. Dengan jilbab, wanita jadi tampak lebih tua, bahkan tampak kuno. Banyak desainer muslim yang cukup berhasil mengangkat nama baik jilbab, sehingga sekarang banyak dipakai wanita dari semua kalangan.
Saya menemukan sebuah komunitas muslimah pemakai jilbab dengan jilbab yang truely beautiful and cool. Nama komunitas itu Hijabers Community, its recomended by my sister. Setelah melihat-lihat gaya berpakaian dan berkerudungnya, i'm really excited, they're so awesome and wonderfull. Di dalam komunitas ini memang banyak terdapat desainer muda juga artis, seperti Dian Pelangi dan Marshanda. take a look =)
cantik cantik ya? pengen liat lebih lengkap ? kunjungi aja websitenya di sini dan follow twitternya juga ya.



Monday, March 21, 2011

and let me tell u about this greatman

Saya tidak pernah membicarakan lelaki sebelumnya, selain almarhum ayah saya. Selama 21 tahun menghirup udara dan memompa jantung, lelaki menjadi sesuatu yang tabu di kehidupan pribadi saya. Begitu banyak tahun terlalui, dan saya tetap hidup dalam ketidaktahuan saya tentang sesosok lelaki.

Pun ketika mereka semua membicarakan lelaki yang baik dan yang buruk, atau membicarakan bagaimana seharusnya lelaki bersikap, dan bagaimana kita menyikapi seorang lelaki, saya sepertinya berada di ranking terakhir. Bahkan, sudah lebih dari satu kali saya memiliki musuh dari teman laki-laki saya. Sepertinya saya benar-benar tidak tahu bagaimana cara mereka berteman.

Sampai akhirnya Tuhan mengenalkan saya pada sesosok lelaki yang baru saya lihat wajahnya secara langsung setelah tiga bulan berkenalan. Lelaki yang begitu berani meruntuhkan dinginnya setiap benteng pembicaraan saya. Lelaki yang tiba tiba menyadarkan saya bahwa semua wanita sebenarnya membutuhkan laki-laki, sekuat apapun wanita itu.

Lalu dengan begitu tulus, saya diajarkan untuk tersenyum ceria. Dia begitu peduli dengan semua hal tentang saya, tentang hal yang kerap kali saya tidak perhatikan. Dia memberi makna keyakinan, membuktikan semua bisa terjadi dengan keyakinan yang kuat. Dia mengingatkan saya untuk selalu berprasangka baik terhadap Allah, karena Allah begitu menyayangi makhlukNya melebihi apapun.

Saya tahu, masalah yang dihadapinya begitu berat. Perjalanan hidupnya tidak semanis orang kebanyakan. Tapi saya pun tahu, dia melewatinya dengan tetap positif. Saya tidak pernah menemukan orang sepositif dia sebelumnya. Saya hampir tidak pernah mendengar dia mengeluh, atau bahkan sedikit mengaduh. Sesulit apapun keadaannya, dia selalu bersemangat, bukankah setiap kejadian itu mengandung hikmah?

Seperti mimpi, saya dikenalkan pada sosok ini. Seperti khayalan, ternyata sosok seperti ini ada di dunia. Seperti angan-angan, saya dicintai oleh orang sespesial ini.

Saya belajar banyak darinya, saya mendapatkan banyak kekuatan dan senyuman darinya. Saya yakin, semua orang begitu mudah menyayanginya. Begitu pun dengan saya, yang dengan begitu mudah menyayanginya dengan tulus.

Allahku, demi cintaMu yang begitu agung

Sudikah Kau mendengar hembusan suara kecilku dalam doa ini

Ridhoilah setiap langkah hidupnya

Seperti Engkau meridhoi setiap bunga yang bermekaran di musim semi

Lindungilah dia di manapun berada

Seperti Engkau melindungi Ibrahim dengan menjadikan api menjadi dingin

Bahagiakan hidupnya

Seperti Engkau membahagiakan setiap orang yang berbuka puasa

Cintailah dia, karena hanya Engkau yang berhak mencintainya karena Engkau yang memilikinya seutuhnya

Aamin ya rabb …

Special for my greatman :

Wherever it is, rose is still wonderfull

Wherever it is, gold is still precious

Wherever you are, you’re still wonderfull and precious