the Grand Woman has Gone ..


Saya telah mempelajari banyak tentang makna kematian sejak almarhum Bapak berpulang ke Rahmatullah beberapa tahun yang lalu. Tentang kerinduan yang menjalar di sela sela hati dan menusuk-nusuk dada. Tentang doa yang hanya bisa disampaikan oleh anak yang sholeh. Dan tentang keabadian keberadaan almarhum di hati saya, meski wujudnya tidak bisa lagi saya lihat di dunia.
Namun seberapapun saya pahami makna kematian itu. Tidak akan mengurangi kesedihan ketika satu orang yang paling bermakna di hidup saya, harus kembali berpulang ke pangkuan pemiliknya.

Mama .. my grand woman
wanita besar, hebat, cerdas, yang palinggg saya sayangi sedunia sekarang sudah tidak tinggal di rumah lagi. Beliau sudah istirahat dari rasa sakit yang selama ini mengganggu tidur nyenyaknya.
Saya sedih, sangat sedih. Tapi bagaimana mungkin saya terus bersedih, padahal mama sekarang sudah merasa lebih nyaman? bagaimana mungkin saya bersedih, padahal mama sekarang tidak kesakitan lagi seperti saat beliau masih hidup?
Saya tidak bisa egois,
mengharapkan mama selalu ada di depan mata saya, dan memenuhi semua kebutuhan saya. Saya tidak boleh seegois itu.

Saya wajib mengikhlaskan semua ini. Allah mencintai mama, jauhhhhhhhhh lebih sempurna daripada kami anak-anaknya. Allah berhak mengambil mama, Allah tahu kapan mama harus pulang. Allah Maha Mengerti, dan saya sepenuhnya yakin Dia telah menulis rencana lain yang lebih indah untuk saya.

Meski tidak bisa saya pungkiri, ada banyak hal yang akan berubah. Yang mungkin akan menjadi turning point kehidupan saya. Mama adalah sumber kekuatan saya, dan sekarang sumber itu tidak bisa saya lihat lagi, tapi insya allah saya tetap merasakan mama di hati saya.

Share:

1 komentar