Wednesday, April 18, 2012

I remember what she told me


Pagi-pagi sebelum berangkat kuliah, saya dan t dewi mengobrol ringan tentang biaya pernikahan yang selangit. Biaya make up dan baju pernikahan, yang melambung tinggi hanya karena momen “pernikahan”, padahal bahan-bahannya, caranya,pemakaiannya, itu hampir sama dengan kosmetik biasa. Percakapannya kurang lebih seperti ini :
she : tapi alhamdulillah teteh bisa dapat baju pengantin dengan harga minimal, hanya beli bahan, ongkos jahit dan payet gratis dibuatin temen (T rika, dan teman kantornya yang lain), make up juga dimake-up in t nina, jadi gratis.
me : wah, berarti harus banyak relasi ya biar nanti bisa jadi sponsor
she : bukan itu, tapi kita harus banyak berbuat baik sama orang lain.
me : *wink wink*
see? bukan cuma mencari relasi aja, tapi yang akan menjadi feedback itu bagaimana sikap baik kita terhadap orang lain. itu yang mendatangkan peruntungan yang mungkin tidak kita bayangkan sebelumnya. Thank u my second mom :)

Rauf, cover With You (Allah) - chris brown


i love covered song, but its the best best cover ever! Because "with u" by chris brown is georgously remade by Rauf, with "with u Allah" ! here the chorus,  :)

 And...Oh!


I'm into You my Lord,

No one else would do!

With every test you put me through,

the miracles, you help me do..

And now I know I can't be the only one,

I bet there's hearts all over the world tonight,

with the Love of their life who feel...what I feel when I'm

With You, with You, with You, with You, ya Rahman! 

With You, with You, with You, ya Raheem!


And, this one, is also covered song by Rauf. He covered the song of Michele Jackson, Man in the Mirror, and replace the title with " Its Jumuah" or "friday". The song is so cool! 


Saturday, April 14, 2012

loving the self (finally i write the text of this)


Apa yang membuat orang bisa berani berbicara di depan? berani mengulurkan tangan duluan saat berkenalan dengan orang baru, berani tersenyum saat orang lain menghujatnya, berani mengatakan tidak untuk hal-hal yang tidak dia sukai, berani membuat keputusan meski saat genting, berani berimimpi, berani berharap, berani sukses?
Apa? apa yang ternyata saat ini belum saya miliki sepenuhnya itu?
Ternyata jawabannya singkat, sederhana, (tapi sulit sekali bagi saya,oh my god). jawabannya ya itu, loving the self. Ini turunan dari istilah self comfident, yeah, percaya diri, yang sudah ada di ribuan skripsi anak psikologi di berbagai belahan dunia.  Sederhana kan? mencintai diri sendiri, Mia, diri sendiri. Menghargai apa yang dimiliki oleh diri sendiri, mencoba memaafkan diri sendiri, dan melupakan apa yang memang tidak pantas kamu miliki di hidup kamu. Itu saja. Itu yang bisa melahirkan sikap yang selama ini tidak kamu miliki, seperti sulit memulai pembicaraan dengan orang baru, khususnya lawan jenis, atau sulit untuk menjaga senyum kamu hanya karena kamu gak pede dengan gigi kamu yang berantakan.
Loving the self. yeah, u must be.
mencintai apa yang sudah ada pada diri kamu, lalu berusaha sebaik mungkin meraih yang belum kamu miliki itu, dengan senyuman mia, dengan pikiran yang positif. cintailah diri kamu yang kamu pikir, kurang tinggi, kurang pinter, kurang cantik, kurang sholehah, cintai saja dulu, cintai saja dulu. Apapun pendapat orang lain, tidak peduli mereka suka atau tidak, cintai saja dulu dirimu sendiri. 
And then, u know what the effect? i mean, the miracle of that?
setelah kamu mencintai diri sendiri, kamu akan membangun aura positif, suatu medan positif yang membuat kamu melakukan banyak hal positif. Kamu akan tersenyum ketika bertemu dengan orang baru, mengulurkan tangan, mengenalkan diri, dan memberi orang lain penghargaan karena kamu tahu kamu pantas untuk itu. Tidak peduli saat itu kamu bermuka kucel, berbaju tidak bagus, atau kamu sebenarnya tidak memiliki perbendaharaan kata yang kaya untuk memulai pembicaraan. 
Jika kamu hanya menunggu, cantik dulu baru pede. pinter dulu baru pede. kapan mi? kamu pikir kamu hidup sampai kapan? no time to wait, no chance repeated. u have to do right here, right NOW.

Tuesday, April 10, 2012

Write a diary

oke, kita mulai dari mana? Judul Blog ini diary, tempat nulis kegiatan sehari-hari, tapi kayanya, i didnt do that, did i? Padahal saya mulai menulis diary dari saya mulai bisa menegakan pulpen dengan rapi di atas kertas, dari SD, sampai, uhm, sampai saya sangat terbiasa mengetik di laptop sampai melupakan diary-diary cantik yang terpajang rapi di lemari, kira-kira sampai awal perkuliahan. Padahal sejak saat itu saya punya blog, lebih tepatnya beberapa blog, tapi sayangnya saya tidak seleluasa itu untuk mengirimkan pengalaman sehari-hari ke kancah dunia a.k.a internet. Mungkin lain halnya kalau saya menyulap setiap kejadian di hidup saya menjadi cerita kocak kaya di blognya raditya dika. Dari blogging dia bisa jadi penulis terkenal, aktor film, presenter sampai komedian stand up comedy yang sekarang bikin dia lebih sering jalan-jalan lagi cuma untuk ngelawak sendirian di atas panggung. Semua berawal dari blogging. Ini ada short story nya Radit yang menceritakan secara singkat perjalanan karirnya, watch it up :D


Film pendek ini memiliki makna yang besar khususnya bagi para penulis yang masih menyimpan banyak file tulisan usang di hardisknya. Bagi saya, yang sebenarnya ingin sekali menjadi penulis populer, film pendek ini keren. 
Oke, balik lagi ke awal, inti dari tulisan ini sebenarnya sederhana, saya ingin mulai menganggap blog ini sebagai diary. Saya akan mulai berkeluh kesah, berbagi kebahagiaan, de el el di blog lagi, dengan tulisan lagi. Insya Allah. Ya, bagi siapapun yang mau membaca, dengan senang hati ^^