Thursday, November 29, 2012

Giveaway from Shoecorner

repost from the Shoecorner blog ya

Yeaynesss another giveaway for my beloved readers!!



The prize would be.... 3 pairs of Aiko Navy Blue Floral for 3 lucky winners!!

1. Make sure you've followed this blog via blogger
(if you don't have a blog it's ok! Cos u can also follow my blog from ur twitter/yahoo account)

 2. Follow Shoecorner's (@ShoecornerID) and  (@SabilaAnata) twitter account

3. Leave comment in this post with format:
- Name
- E-mail:
- Twitter:
- Your reason why you should win this:


For extra entries:

1. You could post this giveaway link on your blog

2. Tweet about this giveaway! (maximum 5 tweets for each person)

3. Don't forget to leave another comment everytime you tweet / post it (maximum 5 times),
with your name & your tweet/post link.

This giveaway will end on Monday, 3 December 2012 and the winner will be chosen randomly via random.org!



Soooooo, GOODLUCK!!

Sunday, November 25, 2012

Not A HIGH MAINTENANCE Woman

Pernah menemukan cewek yang mukanya agak asem kalau diajak jalan naik angkot? Pernah menemukan cewek yang berekspresi jijik kalau diajak makan dipinggir jalan? Pernah menemukan cewek yang barang-barangnya branded, dan kamu ga cukup pede buat ngasih barang biasa aja sama dia? Pernah menemukan cewek yang gak mau ke pasar tradisional dan harus ke supermarket?Pernah menemukan cewek yang hobinya nongkrong di kafe mahal? Pernah menemukan cewek yang nggak pernah beli baju di pasar baru? Pernah menemukan cewek yang HP nya selalu update? Pernah menemukan cewek yang sesusah ini gak ongkosnya?

Cewek yang dilabeli High Maintenance ini ternyata sudah menyebar ke seluruh jagat raya. Entah di mana asal mulanya, yang aku temuin especially di Bandung, spesies cewek kaya gini udah kaya kacang goreng. Belum ada sensus penduduk ataupun penelitian psikologi tentang ini sih sebenarnya, karena ini pure pendapat manusia, dan sekarang jadi pendapat aku juga. Cuma miris aja, ketika harus menghadapi perempuan yang harus diperlakukan seperti ini.

Mungkin mereka gak salah, yah, itu kan hidup mereka ya, suka suka mereka, but i am not the part of them. Kebahagiaan setiap orang itu berbeda-beda. Jika makanan enak dan baju mahal itu jadi pusat kebahagiaan, menurut aku itu gawat, karena hal yang ada di dunia itu berkembang dan berinovasi. Makanan akan terus meng
menu baru dengan harga baru, gadget juga terus berinovasi dengan harga yang cepat sekali naik, pakaa menjadi lebih dan lebih tinggi lagi. Cape bo, ngikutin yang kaya beginian. Tapi aku nggak sama sekali munafik, sebagai perempuan tulen bukan banci, aku suka pakaian bagus,makanan enak, dan gadget canggih, aku juga suka diperlakukan dengan sopan,baik,dan diistimewakan dengan tidak ditinggal senuan itu pengen banget di-take care-in dengan sebaik-baiknya sama orang lain. Ibaratnya pasir, perempuan tidak bisa digenggam dengan tangan terbuka juga tidak bisa digenggam terlalu erat. Ribet? No, bergantung perempuan seperti apa yang dihadapi.



Back to the theme, dengan sifat dasar perempuan yang pengen diistimewakan, ada banyak yang merasa terlalu "istimewa". Sebagian dari mereka, yang high maintenance itu merasa dirinya istimewa dan harus diperlakukan dengan istimewa, atau kasarnya "ga mau hidup susah". Ada aja yang merasa ilfil ketika ada laki-laki ngajakin naik angkot, atau ngajakin makan di warteg. Anehnya, para lelaki itu juga genksi banget ngajakin para perempuan itu buat diajak hidup susah, its good sometimes, tapi menurutku boleh dilakukan untuk mengecek ini perempuan high maintenance atau bukan. Every man needs woman yang mau mendampingi hidupnya di kala susah dan senang kan? tapi gak banyak yang pinter membedakan mana perempuan yang high maintenance (or we call ga bisa diajak susah) sama yang punya endurance yang tinggi. Ups, aku gak mau bilang kalau perempuan high maintenance itu ga punya endurance yang tinggi, no no, aku belum menemukan korelasi antara kedua itu. Tapi bagi aku pribadi (subjektif ya) , perempuan yang memiliki peraturan ketat untuk diperlakukan istimewa ini sedikitnya pasti ga memiliki ketahanmalangan yang tinggi, karena mereka gak bisa hidup susah kan? Jadi ya agak-agak memungkinkan kalau perempuan high maintenance kurang memiliki endurance yang baik. Aku bilang "memungkinkan" ya, pendapat aku aja.

Thats why, aku benar-benar nggak mau jadi part of HMW (high maintenance woman) ini. Jika memang banyak hal positif yang didapatkan dengan menjadi HMW, aku dengan senang hati tidak mau menerima. Meski godaan nya berat, karena kebutuhan psikologis wanita untuk diistimewakan itu besar, kita meski tetep pinter-pinter menjaga kemampuan diri, endurance kita, untuk mampu menemani pasangan (suami) kita di kala susah atau senang. Biar kita menjadi wanita yang sanggup menghadapi permasalahan pelik dalam pernikahan, dan nggak lembek nggak menya menye, de el el. can u get it?

Demikianlah High Maintenance Woman dalam mind set aku. Ini pikiran subjektif yang mungkin mengundang kontradiktif. But for now, i am not a high maintenance woman. thank you.



*foto diambil  secara random dari google

Thursday, November 15, 2012

Jenuh

Sejauh yang aku tahu, blog pribadi isinya terserah yang punya kan ya? Mau nulis apapun gak ada yang melarang kan ya?
that's the reason i've made this blog, and i write this post now.

Pernah merasa jenuh sama hidup gak?
to the point aja nih gue

Ketika kita sudah mencapai umur sekian gitu ya (pokonya usia yang "lumayan") , kemudian kita merasa belum menjadi apa-apa, belum menghasilkan karya apa-apa, belum mencapai banyak hal, sedih gak sih? Apalagi melihat orang-orang yang usianya di bawah kita ternyata sudah bisa menjadi "orang" besar. Minimalnya mereka sudah memiliki prestasi, atau memiliki karya, sementara, ketika kita, (in this case, me) melihat ke cermin dan belum mendapati hal yang mengesankan di dalam diri sendiri, sedih gak sih?

Agak menyesal sebenarnya ketika memutuskan untuk hengkang dari salah komunitas menulis dua tahun yang lalu, dan menyesal juga belum memasuki komunitas baru yang membawa pengetahuan dan lingkungan baru. Tapi kata M di Skyfall 007 itu kan "Penyesalan itu tidak profesional" . Menyesal perlu, tapi mungkin kalau tetap diam seperti aku sekarang, hanya keep thinking deep deep and deep without a piece of action, agak percuma juga. Nah, action ini yang lagi aku rencanakan dan usahakan.

FYI, skripsiku di jurusan psikologi pendidikan dan bimbingan ini kan belum rampung juga ya. Tapi alhamdulillah thank god, sudah mau masuk bab4. Mungkin skripsi ini juga yang membuatku agak menutup diri dari kegiatan lain. Awalnya memang ingin fokus skripsi, dan tidak terlibat dalam kegiatan-kegiatan lain, bahkan online shop ku pun sudah tidak terlalu aktif, karena aku mulai kerepotan membalas sms-sms berbunyi "sist, ongkir kota blablabla berapa?" atau, "sist boleh kurang lagi ga?". Sebenernya menyenangkan sih, tapi bagiku yang memang tidak terlalu suka sms-an, itu cukup membuatku tidak konsentrasi. Back to the topic, dengan menghengkangkan kegiatan lain selain skripsi kemudian skripsi juga berjalan sangat lambat, membuat kejenuhan hidup itu semakin mengurungku. Ternyata, meski kegiatan lain sudah kusisihkan, skripsiku masih saja berjalan setapak demi setapak. Ini sungguh membuat diriku sendiri kecewa.

So, dengan postingan ini, aku, Silmia, mengungkapkan sedikit rasa jenuh yang mulai melumut. Aku sangat merindukan kegiatan-kegiatan baru, teman-teman baru, dan yang paling penting ILMU BARU. Sempat berpikir untuk ikut les bahasa inggris, tapi aku masih bingung cari dana, pengen juga ikut komunitas (secara komunitas di bandung udah kaya yang jualan cireng,banyak bgt) tapi juga bingung karena terlalu banyak pilihan tapi dengan informasi yang kurang pasti. Jadi sekarang, bagi siapapun yang membaca postingan ini, dan memiliki informasi lebih, share ya, bisa di komen blog ini atau mention di @silmiaputri  . Aku akan sangat berterima kasih untuk infonya. 

Oke, last, sekian postingan hari ini, maaf kalau agak membosankan.
bye,



keep loving me,
Silmia.