Monday, October 21, 2013

(Easy) Come and (Easy) Go



Ada beberapa orang yang dihadirkan berlama lama di sekitar kita, ada juga mereka yang hadir dan kemudian tak pernah kita jumpai lagi. Teman SD misalnya, berapa banyak teman SD yang dulu menjadi pengisi setiap sore untuk bermain bersama, dan sekarang bahkan tak kita tahu nasibnya bagaimana? Banyak orang yang kita kenal untuk kemudian tak kita tahu lagi kabar mereka. Ya, come and go.

Jika bukan karena dikaruniai ingatan yang baik oleh Tuhan, banyak sekali nama yang terbuang dari kepala ini. Ada sebagian yang hanya saya ingat wajahnya saja, ada juga yang saya ingat namanya saja. Semua tergantung keberartian orang itu di kehidupan kita.

Tapi masalahnya, ada orang yang kenangannya selalu kita ingat, padahal itu buruk. Dan ada kebaikan orang yang harus kita ingat, tapi kita sering terlupa. Pernah mengalami ini?

Masalah lain, ada orang yang selalu diingat karena keberartiannya di kehidupan kita, tapi orang tersebut tak mengingat kita karena ketidakberartian kita di hidupnya. Pernah juga mengalami ini?

Tak pernah saya pikirkan sebelumnya, apa saya orang yang selalu, kadang-kadang, atau bahkan tak pernah diingat orang-orang di masa lalu saya. Saya pun tak pernah menghitung-hitung siapa saja yang diingat atau dilupakan kenangannya.

Tapi kali ini, ketika saya dirundung kenangan (halah jadi curcol), saya kembali mengira-ngira. Apakah orang yang saya kenang, juga mengenang saya, atau bahkan saya benar-benar diremehkan dalam pikirannya? Setelah orang itu datang, menyelipkan banyak kenangan, kemudian pergi lagi, tak ada kabar, apa yang terjadi setelah ini? Apakah memori tentang saya akan dia bawa pergi juga?

Ada rasa tak rela, jika saya menjadi orang yang dilupakan. Ada rasa tak adil jika saya masih mengenang sementara dia tak lagi menghiraukan saya. Tapi, apa hak saya mengatur ingatan orang lain?

Apapun yang saya terima, dilupakan, dialihkan, dibuang, disepelekan, apapun itu. Itu hak semua orang yang pernah mengenal saya. Tak bisa saya kompromikan lagi karena saya pun sulit mengatur ingatan sendiri tentang apa yang harus saya ingat dan tidak. Jadi, terimalah. Saya percaya, jika kita “berarti” kita tak mudah “pergi” dari ingatan orang-orang. Kecuali, memang sebaliknya.



Tuesday, October 1, 2013

Heart broken shouts


Akhirnya menemukan keberanian untuk kembali menulis di sini lagi setelah berlarut-larut dalam kesedihan yang panjang. Siapa yang mengira bahwa saya bisa sebegitu cengengnya, menangis setiap pagi, kemudian kehilangan nafsu makan, dan terus begitu selama dua minggu?

Saya sendiri tak menyangka, saya bisa seperti orang-orang yang selama ini saya ejek, “move on dong,,susah amat sih lupain kenangan masa lalu”.

Sepertinya memang, Tuhan ingin saya menjadi orang yang pengertian, dengan menambahkan pengalaman patah hati seperti ini. Patah hati yang seharusnya mungkin dilalui semasa SMA. Tapi saya telat mengalaminya. Tuhan ingin saya lebih bijaksana, menanggapi masalah hati dengan logis. Tuhan tak menunggu persetujuan saya ketika memutuskan sesuatu, bukti bahwa saya –sangat-tidak-capable- untuk tahu apa yang terbaik untuk saya. Hanya Allah yang tahu, Yang Maha Benar.

Setiap orang memang begini kan? Menemui fase-fase hidup yang tidak mengenakan. Sekilas, ini fase yang sangat mainstream. Patah hati. Ohh bahkan Meggy Z. sudah dari dulu menyanyikan lagu bahwa lebih baik sakit gigi daripada sakit hati. Tapi saya, baru, baru merasakan sepatah hati itu. Sebelumnya, saya selalu berpikir bahwa, lebih baik sakit gigi daripada sakit hati. But now, I’m with you Meggy Z.

Saya tidak mau sok sok bijak, mengatakan bahwa ini pasti berlalu, atau inilah yang terbaik. Apapun itu, tidak akan cocok di telinga perempuan yang sedang patah hati ini.

Yang saya tahu, saat ini, saya sedang mengumpulkan kekuatan untuk berpikir logis. Bahwa hati memang tak selamanya harus menjadi juri. Bahwa kita, harus melalui berbagai fase pendewasaan. Bahwa aku mungkin harus merasa patah hati, entah karena apa alasannya. Alasan yang, hanya Tuhan yang tahu.


The Beatles - Hello Goodbye

Sunday, September 29, 2013

Laiqa and Rinso Writing Competition

Very Great Giveaway is coming!

Kali ini saya akan berbagi info tentang Giveaway di Bulan Oktober dari Laiqa Magazine dan Rinso Cair. Hadiahnya menarik banget, mesin cuci + paket rinso untuk setahun + langganan Laiqa Magazine gratis untuk 3 bulan. Mau mau mau?


Ketentuan lebih lengkap dapat dilihat di sini . Tunggu apalagi?

Friday, September 13, 2013

Caring Colour and Microsoft Nitezen Night

Hello everyone !
Saya mau bagi-bagi kabar gembira nih. Ada free ticket yang disediain Laiqa Magazine buat kamu yang ingin mengikuti acara keren dari Caring dan Microsoft. Acara ini berupa talkshow dengan tiga tema inti, yaitu tentang kinerja Windows 8 yang mungkin belum kamu ketahui ternyata bisa sangat membantu tugas kamu, juga tentang make up professional dari Caring, dan tentang how to smart dress up in office. Seru kan? Apalagi buat kamu yang setiap hari ngantor, ketemu windows di laptop, dan harus tetep bermake up sampai sore.  Atau buat kamu anak kuliah, yang terus menggunakan windows buat ngerjain tugas. 

Yu ikuti quiz nya. Ini saya kasih caranya ya

Oiya, bisa lewat tweet juga kok kalau kamu gamau ribet kirim email. Jangan lupa mention @LaiqaMagazine dengan hashtag #LaiqaFreeTicket ya.


Monday, September 9, 2013

Merindu Kota Kembang

Baru seminggu menjadi bagian dari padatnya Jakarta. Saya belum pantas berpendapat apa apa tentang kota ini. Tentang jalanan yang tak henti-hentinya dilewati kendaraan, terik matahari yang tak peduli warna kulit, dan gedung-gedung yang diselimuti kaca, saya tak ingin terlalu dini mengumbar semua sudut pandang saya.

Saya hanya, sangat merindukan Kota Kembang yang selama 5 tahun dinikmati dengan sangat. Teman di sana yang mengajari saya arti perhatian dan kasih sayang,  jalanan yang rimbun di cipaganti dan dago, kedai ramen dengan harga mahasiswa, kafe-kafe yang kami buru karena koneksi wifi, kuliner inovatif yang sangat populer, dan event-event kreatif anak muda yang selalu ada hampir setiap minggu. Semua itu selalu saja menggenang di pikiran saya.

Saya rindu mereka. Saya rindu Bandung beserta isinya. Bukan karena janji janji walikota Bandung yang baru, yang katanya Gasibu akan benar-benar dijadikan tempat berolah raga bukan tempat berjualan, yang katanya angkot akan gratis, yang katanya taman-taman kota akan kembali diramaikan, bukan karena itu saja, meski memang janji-janji itu membuat Bandung semakin livable. But i do miss that city with the loves i found there. 


Suatu hari nanti, saya masih bermimpi menjadikan Bandung tempat saya pulang. Membangun keluarga dan rumah yang hangat di sana. Mendatangi taman-taman yang sudah lebih asri dan bersih. Bukan saja menjadi tamu di FO, tapi mungkin saja menjadi salah satu owner-nya, atau pemilik sahamnya. Ya, suatu hari nanti saya akan ber-KTP  Bandung, dengan tak ada lagi kemacetan di dalamnya.

sumber foto : random from google

Thursday, September 5, 2013

Analisis Diri itu Berbuah Manis



Berawal dari kegalauan, tentang rencana masa depan, saya banyak membaca tulisan orang-orang tentang karir.  Banyaknya sih tulisan di twitter. Apapun saya baca. Karena saya yang saat itu masih berstatus mahasiswa, tidak benar-benar yakin dengan jenjang pendidikan yang ditempuh.

Dari kecil, saya merasa tidak ahli di satu bidang. Ya, saya merasa tidak sangat pintar berhitung, tidak sangat pintar menulis, tidak sangat pintar menggambar, dan tidak “sangat” lainnya. Saya merasa saya berada di barisan average, barisan rata-rata. Jikalau saya sempat mendapatkan ranking 1, itu karena nilai saya semuanya rata. Kecuali olah raga.  Saya tahu psikomotor saya rendah.

Dari semua potensi yang saya rasa biasa saja, saya lalu mengandalkan hobi. Dari kecil, saya hobi menulis diary. Dari SD, entah kelas berapa, saya sudah mengoleksi diary bermacam desain. Sampai awal perkuliahan, saya mengenal blogspot, wordpress, dan tumblr, akhirnya diary saya berpindah menjadi diari digital. Tapi hobi saya mengumpulkan notebook lucu, tetap berlanjut. Buku buku imut itu beralih fungsi menjadi catatan kecil plan saya, atau banyak hal yang sering saya lupa, saya tulis di situ.

Sampai suatu saat, ketika saya sudah menjadi mahasiswa prodi bimbingan dan konseling, saya masih saja mempertanyakan, akan menjadi apa saya 5 tahun lagi? Jalan karir seperti apa yang akan saya kembangkan? Tentu saya memimpikan karir seorang ibu rumah tangga yang sempurna. Semacam Ainun Habibi itu. Tapi tetap saja, saya ingin mengetahui, pekerjaan apa yang sebenarnya saya minati.

Hobi blogging terus berlanjut. Berselancar internet hampir sepanjang waktu. Minus mata saya bertambah, dan saya tak bisa diganggu jika sedang bertatap muka dengan laptop.  Di internet itu saya menemukan banyak hal baru. Hobi browsing mengenalkan saya pada fashion blogger, juga blog-blog DIY.  Saya menyukai itu semua.

Hingga akhirnya sebuah tweet dari penulis favorit  @ikanatassa mengantarkan saya pada sebuah website Harvard Business Review.  Di sana tertulis jelas bahwa karir atau bisnis yang baik itu adalah irisan dari tiga hal,  (1) potensi, (2) minat/hobi, (3) pasar . Artikel itu membuat perenungan saya semakin dalam.
Saya menelusuri tiga hal tersebut, mengaitkannya pada apa saya yang miliki. 

(1)    Potensi, apa potensi saya? Saya tidak benar-benar tidak  tahu saya sebenarnya bisa apa.  Hasil tes psikologi tak pernah membuat saya puas. Saya masih saja merasa kemampuan saya rata-rata.  Kemudian, sebuah obrolan panjang dengan kakak, sekaligus sahabat, sekaligus inspirator saya, Teh Dewi Fuzti memberikan pendapat.
“Yang paling saya suka dari kamu, adalah tulisan.  Saya senang membaca tweet, postingan blog, puisi kamu, dan cerpen kamu terasa seperti tulisan novelis besar”.
Singkat cerita, saya putuskan, saya mengakui saya bisa menulis. Sebuah kemampuan yang tidak semua orang miliki. Mau tidak mau, saya harus mengakui ini, sebagai landasan untuk terbang.

(2)    Minat , sepertinya minat saya banyak. Saya persempit. Saya lihat, apa yang membuat saya sangat tertarik? Apa yang membuat saya betah berlama-lama di depan internet? Jawabannya adalah fashion. Saya tahu saya bukan fashionista. Saya tidak terlalu mengikuti perkembangan fashion dari koleksi winter,summer,fall, dan sebagainya. Tapi acara fashion di TV, artikel di majalah, blog fashion, berita designer, saya suka.
Ya, karena harus diputuskan. Saya pilih fashion sebagai minat saya.

(3)    Pasar, saya banyak membaca saat itu. Saya tahu pasar industri busana muslim sedang menggeliat. Di mana mana ada yang menjual busana ala hijabers. Online maupun offline. Tapi saya juga berpikir, mereka butuh media untuk mempromosikan bisnisnya. Salah satu medianya adalah majalah fashion hijab. Ada beberapa majalah fashion hijab yang sedang naik daun. Saya bisa mencuri pasar di situ.
Begitu kira-kira analisis kecil yang saya buat. Saya simpulkan, sepertinya akan tepat rasanya jika saya menulis untuk sebuah majalah fashion hijab. Entah bagaimana caranya, saya tak tahu. Saya pun masih harus belajar banyak, tentang tata kepenulisan maupun tentang fashion. Tapi saya telah memutuskan, saya akan menikmati pekerjaan menulis di sebuah hijab fashion magazine.



And you know what? Years and moths flies.  Sekarang, semua terkabul. Saya ditugaskan untuk menulis secara tetap si sebuah Majalah Fashion Hijab yang sangat saya sukai, LAIQA MAGAZINE. Perjalanan untuk sampai di sini pun begitu panjang. Dan saya tahu, perjalanan saya ke depannya pun masih panjang dan mungkin berliku.

Saya hanya menyadari bahwa


Allah itu Maha Baik, dan begitu banyak ayat dalam Al Quran yang menyatakan “bagi orang-orang yang berpikir”. Allah menciptakan akal bagi manusia untuk membedakannya dengan hewan. Jadi, masalah, seberat apapun, jika dipikirkan dengan sehat, selalu bersanding dengan jalan keluarnya. Wallahualam.


Masih banyak yang ingin saya ceritakan, tapi takut jadi boring kalau sekarang ditulis semua. Jadi, sampai jumpa di postingan berikutnya ya :)



Tuesday, May 14, 2013

Homemade Breakfast



Semua sarapan ini dibuat sendiri di rumah. Saya termasuk orang yang senang sekali memfoto makanan, bukan karena narsis sih sebenarnya, tapi anggap saja lagi belajar food photography :p Tetapi semua foto diambil dengan modal sederhana, HP Blackberry Strom 2 dengan kamera 3,2 MP . Doakan saja semoga bisa secepatnya punya kamera yang mumpuni untuk hobi saya ini. 

Selain itu, membiasakan sarapan juga sangat bagus, khususnya bagi lambung saya yang punya maag ini. Menu sarapan sebenarnya jangan terlalu berat dulu, tetapi kalau bisa dilakukan sebelum jam 9 pagi, untuk mencegah diabetes. Yuk biasakan sarapan sehat setiap hari :)


The Winner of Miss Marina Blog Competition




Di postingan sebelum ini, (mungkin ada yang sudah baca), saya menulis artikel yang bertemakan muslimah dan passion. Artikel tersebut saya ikut sertakan pada kompetisi blog yang diadakan Miss Marina , dalam rangka Hari Kartini. Alhamdulillah, saya berhasil menjadi pemenang dalam kompetisi tersebut dan mendapat hadiah parcel dari Miss Marina seharga Rp.500.000,00 . Senang sekali karena Miss Marina salah satu online store aksesoris favorit saya. Selain karena tema nya yang girly, Miss Marina juga salah satu pioneer aksesoris feminim di Indonesia yang menggunakan bahan-bahan lembut dan warna manis.

Sayangnya saya belum sempat berfoto menggunakan produk ini dengan style saya sendiri. Tapi akan saya segera lakukan dalam bulan ini :) Sementara, bagi yang belum tahu produk Miss Marina, saya review foto produk-produk terbarunya di sini. Foto ini saya ambil dari twitter nya @missmarinaacs dan website nya http://missmarinashop.com/ .




Cantik ya? Segera kunjungi online store nya ya readers. Cocok banget buat kamu yang senang dengan penampilan feminin :) 

Terima kasih Miss Marina :) Semoga selalu tambah sukses, dan sering-sering ya mengadakan kuis seperti ini :D

Friday, April 26, 2013

Grow and Help Other to Grow : Passion Andriana Polisenawati

Belum banyak yang mengenal sosok Andriana Polisenawati, yang akrab disapa Anna. Muslimah yang sedang mengambil master di  NTUST (National Taiwan Univeristy of Science and Technology) ini   berbagi cerita kepada saya mengenai pengalamannya sebagai  mahasiswi muslim di Taiwan dan sebelumnya di Rusia sebagai anggota Teaching Team AISSEC. Prestasi Anna tidak berhenti sampai di situ saja. Baru-baru ini dia berhasil terpilih menjadi salah satu pemenang  di NTUST Outstanding Youth Award 2012, setelah melewati seleksi yang cukup sulit di tingkat jurusan, fakultas, dan terakhir universitas.  Prestasi internasional ini dia raih bukan dengan cuma-cuma, pengalaman organisasi yang dia miliki dari tingkat S1 di ITB (Institut Teknologi Bandung) sampai organisasi internasional di Taiwan, merupakan salah satu modal terbesar Anna untuk meraih berbagai prestasi. Meski begitu, salah jika semua pencapaian yang dimiliki Anna membuatnya menjadi sombong atau angkuh. Dia selalu mengungkapkan betapa semua prestasi yang dia capai bukan milik dia sendiri, melainkan milik semua orang yang dengan luar biasa selalu mendukungnya.



Melihat hobinya dalam berorganisasi, melakukan riset, mempelajari kebudayaan, sempat membuat saya bingung mengenai apa sebenarnya passion yang dimiliki muslimah cerdas ini.
“Passion saya adalah orang lain. Bagaimana saya bisa membantu orang lain untuk tumbuh dan berkembang. Ketika semua yang kita lakukan diniatkan untuk memberikan manfaat kepada orang lain, maka effort yang dilakukan akan berbeda.” ­

Anna bersyukur karena apa yang dia lakukan diniatkan untuk orang lain bukan hanya untuk dirinya sendiri, karena menurutnya, niat inilah yang membuatnya tekun dalam mempelajari sesuatu. Ketika kita ingin memberikan manfaat untuk orang lain, kita harus memiliki “sesuatu” yang memang layak untuk diberikan.  Untuk itu, Anna selalu bersungguh-sungguh dalam mempelajari banyak hal, dia tidak mau main-main ketika berhubungan dengan orang lain. Dia tidak mau memberikan sesuatu yang buruk.
“Growing and help other to grow”

Subhanallah.

Memberikan manfaat bagi orang lain erat kaitannya dengan tujuan diciptakan manusia ke bumi ini, yaitu menjadi khalifah. Tugas manusia sebagai Khalifah berarti Allah menjadikan manusia sebagai “perpanjangan tangan-Nya” di muka bumi ini. Hal ini memiliki makna, bahwa manusia diperintahkan untuk menjaga bumi dan isinya.  Di sinilah potensi kita, apa yang kita pelajari dan kita capai, menjadi alat untuk menjaga orang-orang di sekitar kita, membantunya tumbuh dan berkembang. Untuk itu, Anna, ingin menjadi bagian dari perencanaan Allah tersebut.

Di manapun kita berada, bidang apapun yang kita minati dan geluti, niat kitalah yang mengarahkan besar kecilnya upaya sekaligus pencapaian kita. Jangan sampai, niat yang salah melahirkan pencapaian yang tidak berkah.  Anna meyakinkan saya bahwa setiap orang memang memiliki individualitas, kita bebas mengejar apa saja dan asalkan kita berani bertanggung jawab atas keputusan yang telah diambil. 
“it doesnt really matter how others will value you for what you’re doing. if you’re doin right and sincerely doin it from your heart… you can start by value yourself first. Keep living, keep on dreaming, keep dare to be different. This is your life, you’re the one who decide, one who responsible”

Memutuskan sesuatu memang cerminan kemandirian kita, tapi kita tidak boleh lupa, ada orang lain yang juga menjadi tanggung jawab kita, karena tugas manusia adalah menjadi khalifah di muka bumi.

“I always believe that being an outstanding person is not only a matter of achievements that we can get, but also, more than that, it is about an impact we can share to make things better. Growing and help other to grow 


Demikian passion Andriana Polisenawati yang bisa saya uraikan di sini. Semoga kita semua, bisa menjadi Anna-Anna yang lainnya, yang mengejar mimpi-mimpi kita, dengan penuh keberkahan.   Amin Ya Rabbal Alamin.



*tulisan ini diikusertakan pada  missmarina blog competition   dalam rangka Hari Kartini dengan tema Muslimah dan Passion

Saturday, April 20, 2013

Dare to Be Different

it doesnt really matter how others will value you for what you’re doing. if you’re doin right and sincerely doin it from your heart… you can start by value yourself first. Keep living, keep on dreaming, keep dare to be different. This is your life, you’re the one who decide, one who responsible. 
- ANDRIANA POLISENAWATI-

Friday, April 19, 2013

Bring to Light



Kamu adalah gravitasi baru, yang tidak didefinisikan newton pada awal penemuannya. Kamu adalah pengikatku untuk ingin terus dekat di sisimu, sejauh apapun aku terhalau.  Ketika apapun yang kamu lakukan menciptakan resonansi besar di hatiku. Di mana panjang gelombangnya memiliki amplitudo tertinggi. Membuat setiap nafas kadang terlalu cepat datang dan pergi, tanpa sempat membiarkanku berkata, tinggalah lebih lama denganku.

Jangan pernah merasa bosan, untuk apapun yang kuupayakan bisa membuatmu selalu tersenyum. Karena senyummu seperti kadar gula yang stabil, menghangatkan dan menyinergikan setiap ruas ruas semangatku. Tetaplah seperti ini, menemaniku lebih lama, karena aku ingin mendampingimu selamanya.

Kau tahu? Aku tak pandai mengibaratkan sesuatu, karena sesungguhnya tak ada zat yang serupa persis. Aku pun tak lihai berdiksi menggunakan kata yang indah, karena keindahan itu sejatinya milik pribadi setiap sudut pandang. Aku hanya mencoba mengungkapkan bunyi nada di imajinasiku. Iya, tentangmu, yang diam-diam terlelap di hatiku. 

Mungkin pernah kau tahu atau kau perkirakan tentang semua yang kuungkapkan ini. Mungkin tak aneh, karena begitu banyak yang memujamu sebelumku. Biarkan saja seperti itu, aku tak perlu tahu. Karena ini pun bukan puisi pertamaku untukmu, dan mungkin ini akan menjadi pendahulu untuk puisi-puisi selanjutnya tentangmu.