Friday, April 26, 2013

Grow and Help Other to Grow : Passion Andriana Polisenawati

Belum banyak yang mengenal sosok Andriana Polisenawati, yang akrab disapa Anna. Muslimah yang sedang mengambil master di  NTUST (National Taiwan Univeristy of Science and Technology) ini   berbagi cerita kepada saya mengenai pengalamannya sebagai  mahasiswi muslim di Taiwan dan sebelumnya di Rusia sebagai anggota Teaching Team AISSEC. Prestasi Anna tidak berhenti sampai di situ saja. Baru-baru ini dia berhasil terpilih menjadi salah satu pemenang  di NTUST Outstanding Youth Award 2012, setelah melewati seleksi yang cukup sulit di tingkat jurusan, fakultas, dan terakhir universitas.  Prestasi internasional ini dia raih bukan dengan cuma-cuma, pengalaman organisasi yang dia miliki dari tingkat S1 di ITB (Institut Teknologi Bandung) sampai organisasi internasional di Taiwan, merupakan salah satu modal terbesar Anna untuk meraih berbagai prestasi. Meski begitu, salah jika semua pencapaian yang dimiliki Anna membuatnya menjadi sombong atau angkuh. Dia selalu mengungkapkan betapa semua prestasi yang dia capai bukan milik dia sendiri, melainkan milik semua orang yang dengan luar biasa selalu mendukungnya.



Melihat hobinya dalam berorganisasi, melakukan riset, mempelajari kebudayaan, sempat membuat saya bingung mengenai apa sebenarnya passion yang dimiliki muslimah cerdas ini.
“Passion saya adalah orang lain. Bagaimana saya bisa membantu orang lain untuk tumbuh dan berkembang. Ketika semua yang kita lakukan diniatkan untuk memberikan manfaat kepada orang lain, maka effort yang dilakukan akan berbeda.” ­

Anna bersyukur karena apa yang dia lakukan diniatkan untuk orang lain bukan hanya untuk dirinya sendiri, karena menurutnya, niat inilah yang membuatnya tekun dalam mempelajari sesuatu. Ketika kita ingin memberikan manfaat untuk orang lain, kita harus memiliki “sesuatu” yang memang layak untuk diberikan.  Untuk itu, Anna selalu bersungguh-sungguh dalam mempelajari banyak hal, dia tidak mau main-main ketika berhubungan dengan orang lain. Dia tidak mau memberikan sesuatu yang buruk.
“Growing and help other to grow”

Subhanallah.

Memberikan manfaat bagi orang lain erat kaitannya dengan tujuan diciptakan manusia ke bumi ini, yaitu menjadi khalifah. Tugas manusia sebagai Khalifah berarti Allah menjadikan manusia sebagai “perpanjangan tangan-Nya” di muka bumi ini. Hal ini memiliki makna, bahwa manusia diperintahkan untuk menjaga bumi dan isinya.  Di sinilah potensi kita, apa yang kita pelajari dan kita capai, menjadi alat untuk menjaga orang-orang di sekitar kita, membantunya tumbuh dan berkembang. Untuk itu, Anna, ingin menjadi bagian dari perencanaan Allah tersebut.

Di manapun kita berada, bidang apapun yang kita minati dan geluti, niat kitalah yang mengarahkan besar kecilnya upaya sekaligus pencapaian kita. Jangan sampai, niat yang salah melahirkan pencapaian yang tidak berkah.  Anna meyakinkan saya bahwa setiap orang memang memiliki individualitas, kita bebas mengejar apa saja dan asalkan kita berani bertanggung jawab atas keputusan yang telah diambil. 
“it doesnt really matter how others will value you for what you’re doing. if you’re doin right and sincerely doin it from your heart… you can start by value yourself first. Keep living, keep on dreaming, keep dare to be different. This is your life, you’re the one who decide, one who responsible”

Memutuskan sesuatu memang cerminan kemandirian kita, tapi kita tidak boleh lupa, ada orang lain yang juga menjadi tanggung jawab kita, karena tugas manusia adalah menjadi khalifah di muka bumi.

“I always believe that being an outstanding person is not only a matter of achievements that we can get, but also, more than that, it is about an impact we can share to make things better. Growing and help other to grow 


Demikian passion Andriana Polisenawati yang bisa saya uraikan di sini. Semoga kita semua, bisa menjadi Anna-Anna yang lainnya, yang mengejar mimpi-mimpi kita, dengan penuh keberkahan.   Amin Ya Rabbal Alamin.



*tulisan ini diikusertakan pada  missmarina blog competition   dalam rangka Hari Kartini dengan tema Muslimah dan Passion

Saturday, April 20, 2013

Dare to Be Different

it doesnt really matter how others will value you for what you’re doing. if you’re doin right and sincerely doin it from your heart… you can start by value yourself first. Keep living, keep on dreaming, keep dare to be different. This is your life, you’re the one who decide, one who responsible. 
- ANDRIANA POLISENAWATI-

Friday, April 19, 2013

Bring to Light



Kamu adalah gravitasi baru, yang tidak didefinisikan newton pada awal penemuannya. Kamu adalah pengikatku untuk ingin terus dekat di sisimu, sejauh apapun aku terhalau.  Ketika apapun yang kamu lakukan menciptakan resonansi besar di hatiku. Di mana panjang gelombangnya memiliki amplitudo tertinggi. Membuat setiap nafas kadang terlalu cepat datang dan pergi, tanpa sempat membiarkanku berkata, tinggalah lebih lama denganku.

Jangan pernah merasa bosan, untuk apapun yang kuupayakan bisa membuatmu selalu tersenyum. Karena senyummu seperti kadar gula yang stabil, menghangatkan dan menyinergikan setiap ruas ruas semangatku. Tetaplah seperti ini, menemaniku lebih lama, karena aku ingin mendampingimu selamanya.

Kau tahu? Aku tak pandai mengibaratkan sesuatu, karena sesungguhnya tak ada zat yang serupa persis. Aku pun tak lihai berdiksi menggunakan kata yang indah, karena keindahan itu sejatinya milik pribadi setiap sudut pandang. Aku hanya mencoba mengungkapkan bunyi nada di imajinasiku. Iya, tentangmu, yang diam-diam terlelap di hatiku. 

Mungkin pernah kau tahu atau kau perkirakan tentang semua yang kuungkapkan ini. Mungkin tak aneh, karena begitu banyak yang memujamu sebelumku. Biarkan saja seperti itu, aku tak perlu tahu. Karena ini pun bukan puisi pertamaku untukmu, dan mungkin ini akan menjadi pendahulu untuk puisi-puisi selanjutnya tentangmu. 

Thursday, April 18, 2013

Passion Ahmad Rofi

Kali ini saya akan membahas profil seseorang (lagi). Orang ini sangat tidak asing bagi saya, karena dia merupakan salah satu sahabat terbaik saya selama perkuliahan. Namanya Ahmad Rofi,  kuliah satu tingkat di atas saya tidak serta merta membuat saya harus memanggilnya kakak atau aa atau abang. Mungkin karena kita sudah sangat akrab, mungkin karena dia yang sok muda, saya yang songong, tapi memang karena kita lahir di tahun yang sama. 

Menjelaskan orang ini tentu akan sangat panjang. Tapi sudut yang akan saya uraikan di sini adalah kekaguman saya terhadap passion dan karakter yang dimiliki pria ini.  Rofi adalah sosok yang idealis, dia anti setengah-setengah dalam menekuni sesuatu, dari mulai passionnya di radio yang dia tekuni sejak SMA  sampai sekarang menjadi penyiar radio di bandung, bimbingan dan konseling yang dia pelajari selama perkuliahan sampai sekarang menjadi guru BK yang paling bersahabat, juga hobi ngopi dan ngetehnya yang sampai dia pelajari secara manual cara pembuatannya. Semua dia lakukan dengan hati, sampai jarang sekali saya mendengar keluhan dari mulutnya padahal kita sering berbagi cerita satu sama lain. Bagi saya, ini karakter yang keren, yang sulit sekali bagi manusia normal untuk memilikinya. 

Well, sebenarnya saya pun mungkin tidak banyak tahu sejarah dan pemikiran-pemikiran dia terhadap passion-passion nya, tapi izinkan saya membahas satu persatu passion Rofi yang mudah-mudahan isinya dapat menginspirasi kita semua.

      Radio
Saya pernah membaca tulisan adik kelasnya di SMA tentang kesungguhan Rofi belajar menjadi penyiar selama SMA.  Rofi sekolah dan menjadi santri di Darul Arqom, sebuah pesantren yang tidak mudah mengizinkan santrinya untuk keluar secara bebas. Tapi dunia radio sudah dikenalnya waktu itu. Rofi sering berlatih sendiri, padahal dia (maaf) cadel  dan mungkin bagi orang cadel lainnya, menjadi penyiar adalah suatu ketidakmungkinan. Tapi ternyata dia tidak berhenti, apalagi putus asa. Dia mempelajari seluk beluk radio dan juga meyakinkan orang-orang di sekitarnya (termasuk adik kelasnya itu) bahwa passion itu harus dikejar.

Sekarang Rofi menjadi penyiar radio SE  Bandung setelah sebelumnya pernah bekerja di radio lain.  Dia, yang notabene keluaran pesantren, ternyata bisa berkecimpung di dunia broadcast dengan  “selamat”. Maksud saya adalah, dunia broadcast ataupun dunia pesantren tidak membuat dia menjadi orang yang fanatik. Dia bisa menjadi diri dia sendiri, gabungan dari semua latar belakangnya.  Dia bukan keluaran pesantren yang tabu, bukan juga anak broadcast yang cupu. Ya, begitulah kira-kira.

Passion Rofi di dunia radio, masih dengan enjoy dia jalani sampai sekarang. Pulang larut malam, atau harus sahur di radio tampkanya tetap saja masih dia nikmati. Semoga Rofi selalu sukses di Radio, sampai kapanpun dia mau  :)

      Bimbingan dan Konseling
Saya kurang tahu, sejak kapan Rofi tertarik dengan bidang ini. Yang pasti, sejak saya melihat dia sebagai kakak tingkat, saya tahu dia adalah mahasiswa yang cerdas. Saya pernah satu divisi dengannya di INFOKOM Himpunan PPB.  Dari kerja sama dan kegiatan himpunan, saya tahu kreatifitas dia dan pemikiran-pemikiran dia yang out of the box. – well, bukan itu yang ingin saya bahas sebenarnya –

Jika saya ditanya siapa guru BK yang ingin saya contoh sekarang ini, jawaban saya masih Ahmad Rofi. Karena dia bukan sekedar guru BK yang menjalankan administrasi dan layanan BK dengan benar, tapi dia benar-benar peduli dengan perkembangan peserta didiknya. Dia benar-benar ingin membuat banyak hal yang dapat memajukan peserta didiknya. Dan dengan kreatifitasnya, dia mampu mengadakan banyak kegiatan positif, juga melakukan pendekatan dengan muridnya sehingga dapat melaksanakan konseling dengan baik. Dia mempelajari satu persatu tes psikologi yang tidak dia dapatkan di bangku perkuliahan agar benar-benar bisa menggarap potensi peserta didiknya yang belum mampu menjalani psikotes secara formal. 

Selan itu, secara pribadi, Rofi adalah sosok altruis yang sangat senang membantu orang-orang di sekitarnya. Saya sering dibantunya, even just listening the crushes of mine. Dia pintar menangkap akar permasalahan seseorang, dan tentunya, pandengar yang sangat baik.  Dia juga care (tapi saya lebih suka menyebutnya kepo),  dia dengan “perhatian”nya selalu menanyakan kabar juga permasalahan sahabat-sahabat baiknya.

Ini yang membuat saya yakin, dia mampu memiliki karir yang melejit di dunia bimbingan dan konseling. Saya percaya orang seperti Rofi pantas untuk mendapat posisi yang terbaik di dunia BK. Semoga dia tidak pernah bosan membantu orang lain :)

Cofee and Tea
Hobi nongkrong di kafe sambil ngeteh, ngopi,  surfing internet, serta setumpuk pekerjaan, sudah menjadi lifestyle anak muda Bandung pada umumnya. Begitu juga Rofi.  Hobinya ini pun ternyata tidak hanya sekedar hobi, tetapi dia kembangkan kreatifitasnya sehingga bermunculan ide-ide lainnya.
Rofi sedang membuat projek  pojok curhat, semacam tempat konseling/curhat bertempat di kafe. Pendidikannya di bidang bimbingan dan konseling ingin dia leburkan dengan hobi nongkrongnya ini.  Projek ini mungkin belum bisa dia realisasikan, tapi menurut saya, ini ide cemerlang.
Hobinya yang satu ini pun membuatnya mempelajari bagaimana membuat teh yang enak hanya dengan bahan-bahan sederhana.  Beberapa waktu lalu, dia mengajari saya membuat foam, hanya bermodalkan susu cair, air panas, dan shaker. Ini berarti, Rofi adalah seorang pembelajar. Dia menekuni apapun yang dia suka, melibatkan hatinya.

Anyway, for your information, Rofi juga termasuk cowok romantis  melankolis yang saya pribadi menganggapnya terlalu alay *eh maap ya fi* . Tapi selera musiknya memang melankolis (mudah-mudahan dia langgeng romantisnya dengan pacarnya yang semoga menjadi istrinya kelak ya).     
 
Begitulah review saya tentang sahabat sekaligus kakak saya ini. Darinya saya belajar, begitu menyenangkannya bekerja dengan passion dan kreatifitas. Saya pun belajar bahwa menyenangi sesuatu itu juga berarti kita bisa mempelajari banyak hal baru dan bermanfaat. God bless you my brother Ahmad Rofi, sukses selalu :) 

Thursday, April 11, 2013

Kamu mampu : Jangan Ingkari Itu


Tidak ada yang tidak pernah sedih. Apapun jenis kesedihannya, semua pernah merasa hatinya terpuruk. Saya juga tidak tahu apa ada orang yang tidak pernah menangis seumur hidupnya. 99% kemungkinannya tidak ada. Minimalnya ketika terlahir ke dunia, bayi menangis.
Ketika kita sedih, ada yang mengatakan,itu adalah batas kemampuan kita menghadapi sesuatu hal yang berkecamuk di pikiran dan hati kita. Ketika merasa kacau, sering kita berkata, “aku tidak kuat lagi” atau “i’m out”. Seperti nada keputusasaan, ketidakberdayaan, ketidakmampuan untuk melakukan sesuatu untuk bisa keluar dari danau kepedihan itu.
saya yakin, semua pernah merasakan keterpurukan itu.
Namun ketika saya merasakan semua itu. Saya teringat perkataan sahabat saya, Asri Kamilah, dia berkata
jangan melihat segala sesuatu dari hati, tapi lihat dari sisi paling positif yang pernah ada, yaitu agama. (Dalam hal ini saya pikir maksudnya : Al Quran).
Iya ketika segala sesuatu yang saya lihat dari hati saya, sepertinya saya tidak pernah puas. Saya selalu memiliki alasan untuk terpuruk, untuk marah, untuk sedih, untuk berkata bahwa banyak hal yang membunuh saya secara diam-diam. Namun ketika saya melihatnya dari bahasa al Quran , Subhanallah, betapa banyak janji  Allah yang tidak kita ketahui. Betapa banyak pujian Allah bagi orang yang sabar. Betapa bodohnya kita menganggap takdir Allah adalah sebuah kesakitan. Padahal bahkan kita tidak tahu apa yang akan terjadi di kehidupan kita satu detik yang akan datang.

Great Woman, menurutku..


Wanita, dengan segala pujian dan hujatan yang tak henti berganti, menjadi makhluk yang begitu kontroversial di planet yang bernama bumi ini. Dikatakan wanita adalah tiang agama, juga perhiasan dunia (khusus wanita shalehah), atau juga racun dunia (versi changcuters). Banyak orang menyetujui di balik lelaki yang besar, sesungguhnya ada wanita yang hebat. Di setiap pidato B.J. Habibi, selalu diselipkan kata-kata “Di balik kesuksesan  seorang lelaki, ada dua wanita yang sangat berpengaruh, yaitu ibu dan istri”.
Padahal kita pun tak bisa memungkiri, bahwa di setiap wanita yang besar, juga ada lelaki yang hebat.
Pada dasarnya fitrah wanita itu dipimpin laki-laki. Jika dalam pedoman hidup ini (Al Quran) telah digariskan seperti itu, maka tidak ada seorang muslim pun yang berhak memungkirinya. Lalu bagaimana dengan persoalan wanita-wanita hebat, kuat, yang mungkin tidak lagi merasa harus dipimpin laki-laki? Well, saya tidak akan membahas itu, saya tidak mau membahas sisi negatif dari persoalan ini. Mari kita membicarakan sisi positif yang mungkin bisa kita gali di sini, setidaknya dalam pikiran saya pribadi.
Great woman menurut saya, bukan terletak pada kecantikan paras dari seorang wanita, bukan pada gelar dan jabatan seorang wanita, bukan pada harta yang dimilikinya, atau seberapa kuat otot-ototnya. Saya berbicara dari perspektif wanita, dengan ini, saya pun ingin menjadi great woman.
Great woman yang pernah saya temukan di dunia ini, salah satunya adalah istri BJ.Habibi, Ainun Habibi. Habibi begitu mencintai Ainun, dan saya yakin, lelaki serasional  dan secerdas Habibi memiliki jutaan alasan tepat untuk mencintai Ainun. Dalam bukuHabibie dan Ainun yang ditulis langsung oleh Habibi, sering ditemukan ungkapan yang sama, “Ainun yang mengilhami, menenangkan, tidak pernah mengeluh, dan  memberikan senyum yang selalu saya rindukan” .
Di balik kebesaran seorang Habibi, Ainun-lan tempatnya pulang dan menenangkan diri. Ainun yang cerdas, shalehah, dan sangat berkesempatan untuk berkarir sebagai lulusan kedokteran UI, memilih untuk menjadi rumah yang nyaman untuk Habibi. Seperti dikutip dalam buku  A. Makmur Makka (SABJH) hal. 386, sebagai berikut
Mengapa saya tidak bekerja? Bukankah saya dokter? Memang. Dan sangat mungkin saya bekerja pada waktu itu. Namun saya pikir :
buat apa uang tambahan dan kepuasan batin yang barangkali cukup banyak jika akhirnya diberikan kepada  seorang perawat pengasuh anak bergaji tinggi dengan resiko kami harus kehilangan kedekatan dengan anak sendiri? Apa artinya tambahan uang dan kepuasan professional jika akhirnya anak saya tidak bisa saya timang sendiri, saya bentuk sendiri kepribadiannya? Anak saya tidak akan mempunyai ibu. Seimbangkan anak kehilangan ibu bapak, seimbangkah orang tua kehilangan anak, dengan uang dan kepuasan pribadi tambahan karena bekerja? Itulah sebabnya saya menerima hidup pas-pasan”

My 10 Favorite Songs

Good afternoon people, its so nice to meet you again after almost months i left this blog. Now, i'm posting the songs i always love to listen. The songs maybe not always be the most played in my playlist, but i'm not bore everytime i listen to this one. Oke, here it is.

1. The Parachutes- Coldplay

Its a beautiful vow !
best lyric : in a haze, a stormy haze i'll be round i'll be loving you always

2. Falling in Love in A Coffe Shop - London Pigg
 Everytime you listen it, you will be a damn shit melancholy
best lyric : "i think that possibly maybe i'm fallin for you"

3. Gravity- Sara Bareilles

For every one that kinda hard to move on
best lyric : "something always brings me back to you,never takes too long"

4. Never Mind Me - Maria Mena
i will use the term, "PHP Victims"
best lyric : "what's the game we're playing?"

5. Lady Antebellum - Cant Take My Eyes Off You
 Its sooooo Meeeeee
best lyric : "This feeling is feeling i never knew"