Passion Ahmad Rofi

Kali ini saya akan membahas profil seseorang (lagi). Orang ini sangat tidak asing bagi saya, karena dia merupakan salah satu sahabat terbaik saya selama perkuliahan. Namanya Ahmad Rofi,  kuliah satu tingkat di atas saya tidak serta merta membuat saya harus memanggilnya kakak atau aa atau abang. Mungkin karena kita sudah sangat akrab, mungkin karena dia yang sok muda, saya yang songong, tapi memang karena kita lahir di tahun yang sama. 

Menjelaskan orang ini tentu akan sangat panjang. Tapi sudut yang akan saya uraikan di sini adalah kekaguman saya terhadap passion dan karakter yang dimiliki pria ini.  Rofi adalah sosok yang idealis, dia anti setengah-setengah dalam menekuni sesuatu, dari mulai passionnya di radio yang dia tekuni sejak SMA  sampai sekarang menjadi penyiar radio di bandung, bimbingan dan konseling yang dia pelajari selama perkuliahan sampai sekarang menjadi guru BK yang paling bersahabat, juga hobi ngopi dan ngetehnya yang sampai dia pelajari secara manual cara pembuatannya. Semua dia lakukan dengan hati, sampai jarang sekali saya mendengar keluhan dari mulutnya padahal kita sering berbagi cerita satu sama lain. Bagi saya, ini karakter yang keren, yang sulit sekali bagi manusia normal untuk memilikinya. 

Well, sebenarnya saya pun mungkin tidak banyak tahu sejarah dan pemikiran-pemikiran dia terhadap passion-passion nya, tapi izinkan saya membahas satu persatu passion Rofi yang mudah-mudahan isinya dapat menginspirasi kita semua.

      Radio
Saya pernah membaca tulisan adik kelasnya di SMA tentang kesungguhan Rofi belajar menjadi penyiar selama SMA.  Rofi sekolah dan menjadi santri di Darul Arqom, sebuah pesantren yang tidak mudah mengizinkan santrinya untuk keluar secara bebas. Tapi dunia radio sudah dikenalnya waktu itu. Rofi sering berlatih sendiri, padahal dia (maaf) cadel  dan mungkin bagi orang cadel lainnya, menjadi penyiar adalah suatu ketidakmungkinan. Tapi ternyata dia tidak berhenti, apalagi putus asa. Dia mempelajari seluk beluk radio dan juga meyakinkan orang-orang di sekitarnya (termasuk adik kelasnya itu) bahwa passion itu harus dikejar.

Sekarang Rofi menjadi penyiar radio SE  Bandung setelah sebelumnya pernah bekerja di radio lain.  Dia, yang notabene keluaran pesantren, ternyata bisa berkecimpung di dunia broadcast dengan  “selamat”. Maksud saya adalah, dunia broadcast ataupun dunia pesantren tidak membuat dia menjadi orang yang fanatik. Dia bisa menjadi diri dia sendiri, gabungan dari semua latar belakangnya.  Dia bukan keluaran pesantren yang tabu, bukan juga anak broadcast yang cupu. Ya, begitulah kira-kira.

Passion Rofi di dunia radio, masih dengan enjoy dia jalani sampai sekarang. Pulang larut malam, atau harus sahur di radio tampkanya tetap saja masih dia nikmati. Semoga Rofi selalu sukses di Radio, sampai kapanpun dia mau  :)

      Bimbingan dan Konseling
Saya kurang tahu, sejak kapan Rofi tertarik dengan bidang ini. Yang pasti, sejak saya melihat dia sebagai kakak tingkat, saya tahu dia adalah mahasiswa yang cerdas. Saya pernah satu divisi dengannya di INFOKOM Himpunan PPB.  Dari kerja sama dan kegiatan himpunan, saya tahu kreatifitas dia dan pemikiran-pemikiran dia yang out of the box. – well, bukan itu yang ingin saya bahas sebenarnya –

Jika saya ditanya siapa guru BK yang ingin saya contoh sekarang ini, jawaban saya masih Ahmad Rofi. Karena dia bukan sekedar guru BK yang menjalankan administrasi dan layanan BK dengan benar, tapi dia benar-benar peduli dengan perkembangan peserta didiknya. Dia benar-benar ingin membuat banyak hal yang dapat memajukan peserta didiknya. Dan dengan kreatifitasnya, dia mampu mengadakan banyak kegiatan positif, juga melakukan pendekatan dengan muridnya sehingga dapat melaksanakan konseling dengan baik. Dia mempelajari satu persatu tes psikologi yang tidak dia dapatkan di bangku perkuliahan agar benar-benar bisa menggarap potensi peserta didiknya yang belum mampu menjalani psikotes secara formal. 

Selan itu, secara pribadi, Rofi adalah sosok altruis yang sangat senang membantu orang-orang di sekitarnya. Saya sering dibantunya, even just listening the crushes of mine. Dia pintar menangkap akar permasalahan seseorang, dan tentunya, pandengar yang sangat baik.  Dia juga care (tapi saya lebih suka menyebutnya kepo),  dia dengan “perhatian”nya selalu menanyakan kabar juga permasalahan sahabat-sahabat baiknya.

Ini yang membuat saya yakin, dia mampu memiliki karir yang melejit di dunia bimbingan dan konseling. Saya percaya orang seperti Rofi pantas untuk mendapat posisi yang terbaik di dunia BK. Semoga dia tidak pernah bosan membantu orang lain :)

Cofee and Tea
Hobi nongkrong di kafe sambil ngeteh, ngopi,  surfing internet, serta setumpuk pekerjaan, sudah menjadi lifestyle anak muda Bandung pada umumnya. Begitu juga Rofi.  Hobinya ini pun ternyata tidak hanya sekedar hobi, tetapi dia kembangkan kreatifitasnya sehingga bermunculan ide-ide lainnya.
Rofi sedang membuat projek  pojok curhat, semacam tempat konseling/curhat bertempat di kafe. Pendidikannya di bidang bimbingan dan konseling ingin dia leburkan dengan hobi nongkrongnya ini.  Projek ini mungkin belum bisa dia realisasikan, tapi menurut saya, ini ide cemerlang.
Hobinya yang satu ini pun membuatnya mempelajari bagaimana membuat teh yang enak hanya dengan bahan-bahan sederhana.  Beberapa waktu lalu, dia mengajari saya membuat foam, hanya bermodalkan susu cair, air panas, dan shaker. Ini berarti, Rofi adalah seorang pembelajar. Dia menekuni apapun yang dia suka, melibatkan hatinya.

Anyway, for your information, Rofi juga termasuk cowok romantis  melankolis yang saya pribadi menganggapnya terlalu alay *eh maap ya fi* . Tapi selera musiknya memang melankolis (mudah-mudahan dia langgeng romantisnya dengan pacarnya yang semoga menjadi istrinya kelak ya).     
 
Begitulah review saya tentang sahabat sekaligus kakak saya ini. Darinya saya belajar, begitu menyenangkannya bekerja dengan passion dan kreatifitas. Saya pun belajar bahwa menyenangi sesuatu itu juga berarti kita bisa mempelajari banyak hal baru dan bermanfaat. God bless you my brother Ahmad Rofi, sukses selalu :) 

Share:

1 komentar