Wednesday, December 17, 2014

Self Control

"Life is all about how you control your self" - Dewi Fuztie, 2013



Selalu ingat kata kata dari kakak perempuan saya yang satu ini. Bukan ingin menyamaratakan semua manusia di dunia. Tapi saya percaya manusia memiliki beberapa ciri ciri yang mirip. Bukankah sesuatu itu dikatakan satu spesies karena memiliki ke-khas-an yang sama?

Di buku How to Win People and Influence Them karangan Dale Carnagie, ada tiga teknik dasar dalam menghadapi manusia

Tuesday, December 16, 2014

Asam Manis Kota Bangkok

Akhir Oktober 2014 lalu saya dihadiahi kado yang memorable banget. Sebenarnya ini kerjaan, tapi bisa jadi semacam holywork, karena tugas saya di sana untuk menulis artikel Travelling untuk Travel BNS Holiday.

Kebetulah saya satu tim dengan Hijabers Community Jakarta yang sedang merayakan keberhasilan acara Hijab Day 2014. Tim kami dipandu langsung oleh pemilik Travel BNS yaitu Kak Sarin Sarinah. Karena satu tim perempuan semua, perjalanan jadi makin seru.

Saat pesawat mendarat di Don Muang International Airport, udara yang saya hirup rasanya tak jauh beda dengan Indonesia. Apalagi tak ada perbedaan waktu antara Thailand dan Indonesia. Melihat bangunan bangunan dari jalan layang mengingatkan saya akan Kota Yogyakarta. Tak beda jauh. Jakarta lebih metropolis kalau masalah penampilan kota (but i can't say its better).


Monday, September 22, 2014

Cerita dari Siti Hajar


Faith doesnt make things easy, it makes things possible





Siti Hajar berusaha mencari air untuk Ismail kecil di padang gersang. Dia kebingungan, ketakutan. Ibu mana yang tak khawatir melihat bayinya kehausan di tempat sekering itu? Dia kemudian berlari dari Shafa ke Marwah yang jaraknya tidaklah dekat. Dia bolak balik sampai 7 kali tapi tak kunjung menemukan air. Kemudian, keajaiban terjadi, air justru muncul dari balik kaki Ismail, bayinya.

Air yang muncul itu bukan air biasa. Tapi air dengan PH terbaik di seluruh dunia. yakni air zam zam.

Setelah beberapa kali mendengarkan cerita Siti Hajar dan bayinya Nabi Ismail, baru kemarin saya terhenyak mendapat inspirasi besar dari cerita tersebut. Have you got it?

Thursday, September 18, 2014

Getaway to Pari Island (PART 1)

Meski katanya Pulau Pari masih kalah dengan pulau-pulau lain di kepulauan seribu, nggak sah rasanya kalau belum pernah sama sekali mengunjungi pulau ini. Saya pun berkesempatan mengunjungi pulau ini bersama teman-teman SMA Darunnajah angkatan 31. Traveling ke pantai saja sudah menyenangkan, apalagi sambil bernostalgia dengan teman-teman SMA yanggggg kelakuannya nggak berubah, kacau dan gila.




Perjuangan dimulai dari perjalanan saya menuju Muara Angke. Saya, Brina, dan Cahya berangkat dari daerah Cempaka Putih jam 5 pagi. Kami terpaksa memilih Taxi untuk bisa ke arah kota. Sampai Kota, kami naik bis kota warna biru ke arah merak. Kami berhenti sebelum jembatan (tinggal bilang ke kondektur kalau kita mau ke Angke). Kita diturunkan di sebuah pertigaan. Kita naik angkot berwarna merah (saya lupa nomornya). Beruntungnya, orang-orang di sana sudah bisa membaca ke mana kita akan pergi. Mungkin karena banyak orang yang menuju Muara Angke juga. Jadi setelah kita naik angkot merah, kita diturunkan di dekat Muara Angke dan disarankan naik odong-odong untuk masuk ke dalam pelabuhan karena jalanannya yang banjir dan becek.

Benar saja, ada banyak tukang odong-odong yang siap mengantar kami ke dalam. Kami pun naik odong-odong dan membayar Rp.5000 saja perorang. Meski jaraknya tidak jauh, tapi aroma bau dan jalanan becek cukup membuat malas berjalan kaki. Jadi menurut saya, Harga odong-odong itu worthed sekali.

Setelah berkumpul di dekat pom bensin Muara Angke, Kami harus antri untuk bisa naik ke kapal. Situasi ini adalah yang paling tidak manusiawi. Kami berjejal, lompat dari kapal satu ke kapal lainnya untuk mencapai kapal yang aka kita naiki. Belum lagi matahari yang mulai membakar, dan bau ikan busuk di pelabuhan yang mengigit hidung.

Tempat duduk di kapal pun untung-untungan. Lebih enak dapat tempat di bagian atas. Karena perjalanan laut cukup membuat mual parah.

Perjalanan laut itu memakan waktu 2 jam. Warna air laut yang dilalui perlahan akan berubah semakin jernih.

Sampailah kita di pulau pari. Lega sekali rasanya. Melihat pemandangan yang tidak bisa kita lihat setiap hari. Me-refresh segala beban pikiran yang selama ini merusak sistem kenyamanan hidup (lebay!)

Pantai Perawan


Saat surut di pantai perawan

saat surut di pagi hari di pantai daerah LIPI


my face when trying to catch the starfish



Menerima diri sendiri

Remember that sometimes not getting you want, can be the best thing for you...


Pernah sebenarnya mendengar istilah Self Acceptence di salah satu teori psikologi. Pernah sedikit mempelajari itu semua tanpa benar-benar paham aplikasinya pada diri sendiri. Sampai beberapa waktu lalu saya merasa sering sekali sedih, karena banyak hal yang saya mau, tapi tidak saya dapatkan (mungkin belum?)

Ada saat di mana, saya selalu merasa iri pada orang-orang yang disukai banyak orang. Dalam hati saya berbisik, kenapa ada orang yang mudah sekali disukai orang lain? Tanpa usaha apapun dari dia, cukup dilihat sekilas saja sudah disukai. Hmmm.. Adakah standar yang tidak saya capai, untuk menjadi se-adorable mereka? Kenapa banyak orang yang tidak tertarik bahkan tidak menyadari keberadaan saya di sekitar mereka? Apa yang harus saya lakukan untuk menjadi seperti mereka?

Maklum, anaknya memang kompetitif. 

Sempat resah beberapa waktu (beda lagi sama galau ya). Mengintropeksi, kenapa saya tidak seperti dia? Kenapa Tuhan tidak memberikan kelebihan seperti mereka kepada saya? What's the reason? Am i not that worthed?

Sampai lama-lama capek juga saya. 

Membicarakan layak tidak layak. Memikirkan standar yang tidak tercapai. 

Kemudian pemikiran saya berhenti pada satu titik, bahwa jika memang kamu ternyata tidak layak mendapatkan apa yang kamu mau, terus kenapa? Kalau kamu tidak bisa mencapai standar "menarik" menurut orang lain, emang kenapa?

Ada saatnya kita harus menerima apapun yang kita punya. Apapun.
Menerima kalau ternyata kita tidak semenarik itu, menerima kalau kita emang nggak bisa, menerima kalau kita gagal, menerima kalau kita belum mampu. 

Terima dulu aja.

Setelah itu, saya merasa lebih tenang. Berusaha menerima banyak hal yang tidak saya sukai - tapi ternyata ada di dalam diri saya - Saya menerimanya. 

Setiap orang memang harus berusaha menjadi lebih baik, tapi harus diawali dengan pemikiran positif tentang dirinya sendiri. Kalau udah mengeluhkan diri sendiri dari awal, kalau kita tidak mencintai diri kita sendiri terlebih dahulu, effort nya akan berbeda.

Jadi, ini yang saya sebut menerima diri sendiri. Yaudahlah kalau emang saya "begitu" ya saya terima... Saya akui. Next time, i promise i'll be better. Gimana? Gitu aja, udah cukup.


Friday, August 29, 2014

Cimincul, Pasanggrahan Subang

Terletak di kecamatan Kasomalang Kabupaten Subang, tempat mata air yang masih jernih ini dinamai Cimincul. Berasal dari kata Cai Mincul yang artinya air timbul. Tempat ini tak jauh dari rumah almarhum nenek kakek saya di Desa Pasanggrahan. Menuju ke tempat ini sebenarnya gampang, hanya ada turunan curam yang kalau kamu belum lancar berkendaraan, kamu lebih baik menjadi penumpang atau berjalan kaki saja.



Biasanya tempat ini jadi semacam Gateaway ketika ada acara keluarga di rumah nenek. Kita sekeluarga akan pergi ke sini untuk berenang atau sekedar berfoto-foto. Sejuk luar biasa air dan udaranya.Tempatnya sepi sekali jauh dari keramaian.


Saya cukup terkejut, ketika tahun ini saat kumpul keluarga lebaran kemarin ke sana dan menemukan banyakkk sekali orang. Bahkan sekarang sudah ada tempat parkir dan banyak orang jualan. Padahal dulu sepi banget. Aliran airnya pun agak diatur sehingga tak banyak tempat berenang yang asik. Tapi memang jadi lebih rapi dan mudah untuk dilewati (karena biasanya hanya berupa batu licin).



Ini sebagian foto-foto yang saya kumpulkan. Tak ada foto selfie karena memang tak berbakat foto-foto, hehe. Info lebih lanjut tentang tempat ini, silahkan hubungi saya ya.






 




Thursday, August 28, 2014

Review The Body Shop Indo New Product : Vitamin E Aqua Sorbet

Sekitar seminggu yang lalu saya berkesempatan datang ke acara launching produk terbaru The Body Shop Indo. Produk terbarunya ini merupakan bagian dari rangkaian koleksi vitamin E yang kabarnya selama lebih dari 20 tahun menjadi best seller The Body Shop. Saya antusias sekali karena The Body Shop tidak pernah gagal membuat acara. Selalu menarik dan memuaskan. Seperti acara buka puasa bersama media di 100 Eatery Ramadhan lalu. Acaranya rapi dan tepat waktu.




Benar saja, acara kali ini dibuat sangat intim dengan suasana  Pastis Restaurant di Kuningan Suites yang hangat. Acaranya dibuat feminin dan girly sekali karena tamu yang datang mayoritas perempuan. Ada free facial dan make up juga. Saya dan Dwita, tanpa malu malu mencoba facial dan make up-nya. Beruntungnya saya karena berkesempatan di-make up oleh Agnes, salah satu beauty blogger dan MUA yang namanya cukup hits di dunia kecantikan Indonesia.



Dwita with her idol, LOL


Hadir juga di acara tersebut beberapa artis dan fashion blogger seperti Aulia Sarah, Kaemita, dan Diana Rikasari. Baru kali ini saya bertemu langsung dengan Diana, setelah sering kepo blog-nya dan desain sepatunya ( I Wear Up).

Kami pun dibekali Vitamin E Aqua Sorbet dan Vitamin E Facial Foam untuk dicoba di rumah. Hasilnya? Baru beberapa hari sih saya rutin pakai ini. Kebetulan sebelum itu kulit saya sedang bermasalah, iritasi dan mengelupas. Saya seperti diberi minum di padang pasir, sorbet ini nyaman sekali di kulit. Ketika membubuhkan di kulit wajah, ada sensasi dingin yang menyerap. Teksturnya lembut. Kulit jadi terasa lebih lembut dan kenyal setelah di-make up lengkap di pagi hari.



Vitamin E Aqua Sorbet ini saya pakai sebagai mosturizer di pagi hari, setelah menggunakan beauty water. Vitamin E Aqua Sorbet ini memiliki teknologi aqua sphere yang mampu menyimpan kandungan air 100 kali lebih baik  Jadi katanya kulit akan lebih hidrated. Memang ada efek adem. Apa sugesti saya saja? Hehe

Kandungan lainnya adalah Wheatgerm oil dari ekstrak kernel yang merupakan salah satu sumber vitamin E terbaik. Sehingga bisa memenuhi kebutuhan kulit akan nutrisi. Meski melembabkan, nggak berarti bikin kulit berminyak. Justru kulit saya yang cenderung berminyak, jadi nggak mengkilap dan tahan lebih lama beberapa jam dibanding biasanya.

Pokoknya Vitamin E Aqua Sorbet ini berkesan sangat baik bagi saya. Tapi kita lihat beberapa minggu ke depan ya, semoga tidak ada efek buruk.

Sunday, July 13, 2014

Dua Poin di Dua Minggu Pertama Ramadhan



Sudah dua minggu Ramadhan berlalu. Ramadhan tahun ini terasa sangat berbeda. Ini kali pertama saya
menjalani Ramadhan sebagai seorang jurnalis. Diundang ke banyak event untuk berbuka puasa. Event-nya pun bukan event biasa, acara berbuka puasa di beberapa hotel berbintang di Jakarta, atau resto-resto - yang jika saya harus makan di sana menggunakan uang sendiri, saya tak akan mampu.

Saya sangat bersyukur. Benar adanya, kalau rezeki dan gaji itu berbeda. Jika dihitung, apa yang saya dapatkan mungkin saja jauh di luar gaji saja. Saya merasa itu sebagai kasih sayang Allah, dan berkah Ramadhan. Saya sengaja mengkonfirmasi semua undangan itu (awalnya). Bukan karena semata-mata ingin makan gratis. Saya hanya tidak mau berbuka puasa sendiri di kamar kos.

Hanya butuh satu minggu penuh. Saya mulai berpikir banyak. Kenapa, semua makanan enak yang pernah saya nikmati itu tak pernah ada yang berkesan? Semua tempat mewah ini, tak ada yang "ngangenin". Saya malah lebih rindu pada masakan rumah. Atmosfer keluarga yang hangat, terutama suasana rumah dimana isinya ada almarhum mama dan bapa yang dulu selalu hectic dan heboh kalau masak untuk buka puasa. Padahal menu buka di rumah sangat sederhana. Gorengan panas dengan cabe rawit, teh panas di gelas bening, dan lauk pauk seadanya.

Maka ditemukanlah poin pertama

Ternyata semewah apapun makanan yang dimakan, tempat yang disambangi, atau sekeren apapun orang orang yang ditemui (dalam event event itu selalu saja ada artis atau orang hebat yang saya temui), belum tentu bisa membuat seseorang bahagia. Bahwa mungkin, bagi saya, keluarga tetap menjadi sumber kebahagiaan. Bahwa kemewahan itu bukan segalanya.

Poin kedua?
Bukan sombong. Tapi dengan banyak mencicipi makanan enak setahun terakhir ini, standar makanan saya jadi berbeda. Event di hotel berbintang, review resto berkelas, dan obrolan-obrolan teman tentang makanan berkualitas membawa banyak informasi baru tentang makanan. Katakanlah taraf hidup saya sudah berubah. Jika saya awalnya menganggap Waroeng Steak itu sudah mewah, kemudian menganggap Suich Bucher itu enak banget, kemudian ABUBA dan Holy Cowl ternyata lebih enak, kemudian mengganggap kalau makan steak terenak itu harus di hotel berbintang. Terus meningkat.

Tapi apa?
Hal yang tak boleh terjadi adalah, saya jadi menyepelekan makanan yang saya anggap tidak enak (lagi).

TIDAK

Meski saya tahu standar enak steak itu bukan lagi Waroeng Steak, tapi saya masih sering merindukan steak berdaging tipis dan bertepung tebal itu. Meski ice cream green tea di Kempinski Hotel, atau Haa-Gen Dazs itu adalah standar ice cream yang baik, saya tetap menikmati es podeng di pinggir jalan atau Ice Cream Popular milik Walls.

No Matter how high you climb something.. how many things you have known
Just stay humble

Saya merasa perlu dan selalu perlu menghargai hal-hal kecil yang biasanya saya nikmati. Meski rasanya sudah tak selezat dulu lagi. Atau mungkin saya kurang suka, tapi bukan berarti boleh saya sepelekan. Tidak.

Ya, dua poin di pertengahan Ramadhan yang bisa saya share di sini. Mungkin pemikiran saya ini mengundang konfrontasi atau apapun. But its just sharing anyway. Semoga dua minggu terakhir Ramadhan ini bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Love you all as always, readers.




Friday, June 27, 2014

Kota Tua Creative Festival (KTCF) 2014

Dalam rangka menemani dua teman dari Bandung, weekend kemarin kami mengunjungi salah satu festival kreatif rutin di Jakarta yaitu KTCF 2014. Ini sebenarnya kali pertama saya ke kota tua (khusus main ke kota tua). Pernah hanya selewat saja karena ada perlu ke Mangga Dua. Ternyata waktunya bertepatan dengan acara festival kreatif yang berpusat di depan meseum Fatahillah.



Pengunjungnya cukup ramai. Meski tidak terlalu sesak seperti Braga Festival yang selalu saya kunjungi setiap tahunnya. Sepertinya warga Jakarta tak terlalu menyukai acara seperti ini, mereka lebih menyenangi acara-acara yang sedang ngehits seperti acara lari bareng, bazaar di mall-mall, atau konser. Sebaliknya, saya sangat menikmati acara ini. Mengunjungi stand stand dengan barang kreatif bisa seketika menghilangkan hiruk pikuk pikiran saya.









Di sana ada beberapa art expo. Saya hanya mengunjungi satu art expo di Rumah Akar. Tapi sayangnya saat saya masuk ke sana, hari sudah mulai gelap. Sehingga foto-foto yang diambil terbatas.




i was so surprised with this light man :p

Overall, saya sangat menikmati acara ini. Terima kasih Aisha, Recky, dan Bareyn untuk weekend kemarin. Ayo rencanakan liburan selanjutnya :)








Wednesday, June 25, 2014

Royal Ramadhan by Dian Pelangi, The Newest Collection for Ramadhan 1435

Hari ini berkesempatan datang di acara Moslem Fashion Show by Zalora Indonesia (Thanks Uul Adiyanti untuk undangannya). Saya bersama tim Laiqa datang agak telat, dan ternyata kursi sudah penuh. Nggak nyangka juga yang hadir banyak banget. Mungkin karena fashion show kali ini mendatangkan 3 desainer favorit para hijabers, Dian Pelangi, Ria Miranda, dan Jenahara. Saya pun bersemangat datang untuk melihat koleksi mereka untuk Ramadhan tahun ini. Apalagi, koleksi Dian yang terbaru yang bertajuk Royal Ramadhan benar-benar di-preview pertama di acara ini. Seperti biasa, banyak orang penasaran dengan setiap koleksi terbaru Dian Pelangi. Karena hampir selalu menjadi trendstter yang kemudian akan ditemukan jiplakan beberapa saat kemudian di pasar pasar.

Kali ini, yang akan saya review di sini adalah koleksi Dian. Beberapa hari yang lalu, foto foto sneak peek koleksi ini sudah di-post di IG Dian dan fotografernya Diera Bachir. Foto foto ini berhasil mengundang perhatian banyak orang. Bisa dilihat di kolom komentar dan jumlak like. Mungkin di antara kalian pun ada yang penasaran?

Mari kita lihat satu persatu koleksinya, Royal Ramadhan.



Dian kembali mempersembahkan warna pastel untuk suasana Ramadhan, tak jauh berbeda dengan koleksinya tahun lalu, Ramadhan Rose. Tahun lalu, gebrakan Dian yang terinspirasi  dari bunga mawar berhasil menghabiskan seluruh koleksinya. Very best seller.



Dilihat sekilas, sepertinya koleksi Ramadhan tahun ini Dian terinspirasi dari kerajaan-kerajaan. Well, mungkin dari zaman Renaissance atau mungkin juga dari era Cleopatra. Terlihat dari styling kerudungnya, aksesorisnya (yang menggunakan materi gold), dari make up-nya, dan dari pattern di gaun-gaunnya.


Untuk potongan dan siluetnya, sepertinya Dian masih setuju bahwa potongan dress masih digemari untuk kegiatan Ramadhan dan Idul Fitri. Siluetnya kebanyakan A-line, yang lebar dan jatuh. Keputusan tepat untuk tidak menggunakan potongan skinny untuk bulan puasa ini ya.



Koleksi Dian kali ini sepertinya akan kembali menuai kesuksesan. Kebanyakan muslimah Indonesia memang menyukai warna warna lembut seperti ini. Meski saya masih suka koleksi Ramadhan tahun lalu sih. Tapi yang saya sukai dari koleksi ini adalah perkawinan antara motif yang tegas (seperti geometris geometris di atas) dengan warna warna lembut tapi tak terkesan manya menye. Jadi bisa mengesankan putri yang tegas tapi lembut. Memang Dian Pelangi jagonya mengelola warna dan detail. Bagaimana menurutmu?

Oh ya, di awal acara, Zalora memberikan penghargaan untuk beberapa pihak yang telah mendukung perkembangan busana muslim di Indonesia (bahkan dunia). Di antaranya adalah para desainer, media, artis, dan fashion blogger. And we're so happy because Laiqa Magazine is mentioned! Editor in Chief kami, mba Fifi Alvianto maju ke depan untuk menerima bunga dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Bangga rasanya melihat karya kami diapresiasi orang banyak seperti ini.


Untuk review koleksi Ria Miranda dan Jenahara, menyusul ya readers. Semoga nggak males untuk posting materi informatif di sini. Thank you for reading!