Friday, June 13, 2014

One Day on The Chat Box

Me :
Can i have a talk with you?
*bilang aja mau curhat*

He :
Ceileh
Monggo

Me :
hahaha lagi di menong?

He :
Di kosan temen

Me :
ohh,,oke i start with one question
(maybe its sound sooo stupid)
mm..
am i beautiful?

He :
Cakep mi...

Me :
Masih ada kan yang nganggep gue cantik?

He :
Wait, ko ampe nanya kaya gitu?

Me :
Lagi krisis kepercayaan diri aja
terlalu banyak ngeliat yang cantik
terlalu sedikit yang bilang gue cantik
kemudian jomblo berkepanjangan

He :
Jangan suka ngilang-ngilangin deh

Me :
Yang bilang gue cantik paling cuma geng wonderwomen doang

He :
Tiap orang punya inner beauty kan

Me :
Teorinya sih gitu

He :
Yuk fokus sama inner beauty lu
Me :
Caranya?

He :
Berperilaku seperti biasa

Me :
I'm me as i am

He :
Dengan lu yang seperti ini menurut gue sih lu udah kece

Me :
Em.. dan gue ngga perlu bikin semua orang berpikir sama kaya lu kan?
Setiap orang punya hak kan buat ngenilai gue?
dan gue tinggal jadi diri sendiri aja.. menunggu alam menyeleksi
siapa yang bisa benar benar menghargai gue, as really i am?

He :
YUP, itu maksud gue

Percakapan singkat, singkat banget. Teman saya yang satu ini memang selalu jadi korban kegalauan dan kelabilan saya beberapa tahun terakhir ini. Dari ketawa sampai nangis. Puji Tuhan dia selalu punya cara yang tepat untuk membuat saya waras kembali.

Jadi, memang akhir-akhir ini saya krisis kepercayaan diri sekali. Bekerja di dunia fashion, hampir tiap hari ngeliat yang cantik mondar mandir depan mata. Yang putih, tinggi, semampai, mancung, mulus, semuanya ada. Makinlah saya yang memang jomblo ini (curhatt) merasa tertekan. Why am i not like them, God? What are you planning about this short body and this dark skin?

Wajar saja sih ya kalau perempuan meributkan masalah fisik. Karena hampir semua teman lelaki saya juga melulu meributkan wanita cantik. Yang ini cantiklah, yang itu biasa aja, yang ini buat jalan doang, yang itu buat haha hihi doang. (Mereka pikir mereka sekeren apa sih bisa menilai cewek kaya gini ya?)

Lama-lama pening juga saya dengan obrolan para teman lelaki ini. Rasanya pengen langsung beli kaca segede pintu mesjid kubah emas, untuk mematut diri. Why am i not that beautiful?

Nah, setelah obrolan singkat dengan satu lagi teman yang mungkin lebih waras dari teman lelaki saya yang lain. Barulah saya dapat ilham. Setiap orang punya hak kok untuk menilai, untuk memilih, untuk berpendapat. Kenapa saya harus peduli dengan orang yang tidak menganggap saya cantik?

Ya, setiap orang itu punya inner beauty. Dan nggak semua kecantikan ini bisa diliat semua orang kan. Jadi biarkan saja begitu. Biar alam yang menyeleksi. Yang membuktikan siapa yang bisa menghargai kita, as really we are. Tidak usah terlalu keras memperlihatkan kalau kita keren atau cantik. Let the universe gives the value. Yang berusaha keras memperlihatkan, akan terlihat palsu kok. So, just be you, the real you.




2 comments:

Deenieka said...

Aku jg pernah berpikir gitu, bahkan masih kalo liat wece-wece cantik,hehe..

Tapi, ketika kita selalu melihat tampilan luar saja tanpa tahu bagaimana dalamnya terkadang akan ada hal-hal di luar dugaan yg membuat kta berpikir, "aah, ternyata dia cuma segitu doang. Mendingan gue.."

Begitulah.. :D

Silmya said...

haaa thank you masukannya mba Deni :* kisses..