Wednesday, December 17, 2014

Self Control

"Life is all about how you control your self" - Dewi Fuztie, 2013



Selalu ingat kata kata dari kakak perempuan saya yang satu ini. Bukan ingin menyamaratakan semua manusia di dunia. Tapi saya percaya manusia memiliki beberapa ciri ciri yang mirip. Bukankah sesuatu itu dikatakan satu spesies karena memiliki ke-khas-an yang sama?

Di buku How to Win People and Influence Them karangan Dale Carnagie, ada tiga teknik dasar dalam menghadapi manusia

1. Jangan mencerca, mengeluh, atau menghina
Kalau kamu mau mengambil madu, jangan menendang sarangnya. Menurut buku ini, tidak ada satupun manusia yang senang dikritik pedas. Semua akan merasa tidak nyaman pada saat dikritik atau dihina. 
Apalagi mendengar keluhan terus menerus. Saya yakin, seorang psikolog pun sebenarnya tak senang mendengar keluhan orang lain. Siapa yang suka mendengar orang mengeluh? Jauh di lubuk hati yang paling dalam, mendengar keluhan itu menjengkelkan. 
Well, buku ini mengajak kita untuk mengendalikan diri dalam mengeluh atau menyampaikan kritikan. Ada cara yang lebih baik untuk menyampaikan pendapat, bisa dilihat di poin berikutnya.

2. Berikanlah penghargaan yang tulus
Diberi penghargaan atau pengakuan ditulis sebagai kebutuhan manusia yang keempat dalam hierarki kebutuhan manusia oleh Maslow. Tapi bukan pujian belaka (pereuz). Ini semacam penghargaan yang tulus terhadap kelebihan yang dimiliki orang lain. Everybody loves to be admired. Buku ini mengajak kita untuk melihat kelebihan orang lain, apapun itu, dan katakan dengan tulus kepada orang itu. Itu akan menyenangkan orang lain, dan secara tidak langsung membuat kita jadi lebih disukai.

3. Bangkitkan minat pada orang lain
Ini adalah masalah sudut pandang. Ketika kita hanya melihat sesuatu dari sudut pandang diri sendiri, semuanya akan lebih sulit. Ketika kita bisa melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain, memahami apa yang orang lain maksudkan, kita tidak hanya bisa membuat orang lain lebih menerima kita tapi hati kita pun akan lebih nyaman.

Begitu kira-kira ungkapan Dale dalam bukunya. Hubungannya dengan self control?
Saya menemukan beberapa sifat dasar manusia di sini. Yang mungkin bisa dihubungkan dengan teori Maslow juga.

Manusia, pada dasarnya sering membandingkan dirinya dengan orang lain. Ada orang lain lebih kaya, lebih sukses, lebih cantik, pasti ada segurat perasaan "kok gue gini?"  Ada orang lain lebih susah, lebih bodoh, lebih jelek, pasti ada lagi segurat perasaan banding-membandingkan yang sepertinya nggak ada ujungnya.
Its all about how we control our self.
Ada saatnya membandingkan itu bagus, jika kita menjadikannya sebagai motivasi diri. Menjadi pecutan untuk menjadi lebih baik. Tapi kalau enggak? Malah membuat kita minder atau sombong. Untuk apa dibandingkan? Saya termasuk yang memilah milih dalam membandingkan sesuatu. Tak semua bisa dibandingkan. Memangnya kegunaan Blazer dan baju renang sama? beda kan? Meski sama-sama berada dalam kategori "pakaian" They have different function. Yang tak perlu dibandingkan, ya nggak usah kita pusing membanding-bandingkan. 

Selanjutnya, manusia suka sekali diutamakan dan diberi penghargaan. Ngaku deh. Siapa sih yang nggak suka dipuji? At least dihargai jerih payahnya. Siapa yang nggak suka didahulukan untuk mendapatkan sesuatu? Setiap orang juga pasti mau. (yakin deh gue). Tapi nggak semua mendapatkan itu kan? Ada kalanya kita tidak dihargai, kita tidak mendapatkan pujian seperti yang seharusnya, kita juga tidak diutamakan, malah dinomorsekiankan. Its okay, we just control it.

Manusia itu egois.
Sulit sekali yang berusaha melihat sesuatu dari pandangan orang lain. Kemudian mau menerima pendapat orang lain, yang mungkin tak sesuai dengan apa yang ada di pikiran kita. Menurut saya jagung itu tidak enak, tapi ada saat dimana semua orang menyukai jagung dan di saat yang sama saya harus memakan jagung berbarengan dengan orang lain. I have to. Demi solidaritas. Demi penerimaan dari orang lain, dan demi kenyamanan saya sendiri. 
Egois itu menurut saya itu sulit melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain. Terlalu fokus pada diri sendiri, pada apa yang diinginkan diri sendiri. Ini memerlukan pengendalian diri juga. Siapa yang tak mau melakukan sesuatu berdasarkan keinginan diri sendiri? Tapi kita makhluk sosial, ada waktu di mana kita harus melakukan sesuatu menurut cara orang lain. Kita tak mungkin selalu benar kan? 

Mungkin (atau menurut saya saja?), mengendalikan diri adalah salah satu kuncinya. 
Mengendalikan emosi ketika yang terjadi tak sesuai harapan. Mengendalikan perasaan ingin membandingkan diri dengan orang lain. Mengendalikan perasaan ingin dihargai oleh orang lain. Dan mengendalikan diri untuk bisa melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain.

That's what i effort to do, What about you?



1 comment:

ARgaliTHA said...

yup. wajib banget untuk bs kontrol diri. kadang2, kita itu sombong, maunya negok ke atas mulu, maunya keceee mulu... coba inget yg bawah, pasti deh bersyukur dan rendah hati