Friday, August 19, 2016

Orang yang Paling Pintar di Dunia



Siapa orang yang paling pintar di dunia? Bukankah setiap orang itu pintar dan memiliki kecerdasan yang berbeda-beda?

Sepenggal pemikiran ini datang ketika sore ini, saya merasa letihh sekali bekerja. Aduh, kok saya cape kerja tapi "level" hidup saya segini-gini aja sih. Orang lain bisa punya ini, bisa beli itu, bisa jadi ini itu. 

Then, a cup of tea motivates me to think over again. Secangkir teh membawa lamunan saya berlari kembali menyusuri beberapa waktu ketika saya mengobrol dengan teman-teman saya, yang memiliki hidup yang berbeda dengan saya. Mereka juga sama-sama mengeluh dengan kehidupannya.

"Namanya juga hidup, kalau mengejar dunia itu sama dengan memakan kuaci, ngabisin waktu tapi nggak kenyang kenyang"


Iya juga ya.
Ada yang sudah punya pekerjaan yang bagus, eksis, tetap mengeluhkan bosnya.
Ada freelancer yang punya keleluasaan waktu, mengeluhkan gajinya yang tak menentu.
Ada yang sudah menikah, mengeluh karena sulit mendapat izin suami untuk main sama temannya.
Ada yang belum menikah, mengeluh karena tidak punya pasangan halal untuk berbagi cerita.
Ada yang belum punya anak, mengeluh sakit kuping karena ditanya "kapan isi" terus
Ada yang sudah punya anak, mengeluh karena nggak punya waktu untuk diri sendiri lagi sejak punya bayi

Ada-ada saja ya.

Apalagi setelah social media yang memperlihatkan kehidupan pribadi semakin booming. Kita bisa melihat apa kemana teman kita berlibur sampai apa menu makan malam mereka. Belum lagi orang-orang semakin gemar menge-tag brand pakaian sampai aksesoris yang mereka miliki. Nggak ada abisnya.

Ko ya nggak disyukuri saja apa yang kita miliki sekarang. Iya, bersyukur dan menikmati apa yang kita miliki sekarang. Yang punya waktu luang ya dinikmati, yang punya uang lebih ya dinikmati, yang punya anak yang dinikmati, yang punya suami ya dinikmati (o'ow absurd).

Iya, bersyukur saja.

Dan ternyata bersyukur itu memang susah T.T

Ada yang sering dengar, tulisan orang bijak, kalau kita harus menjadi orang yang "pandai" bersyukur? Sekilas tampak klise banget, kalau kita ya memang sudah seharusnya dong untuk menjadi orang yang pandai bersyukur. Tapi ternyata, setidaknya bagi saya saat ini, menjadi orang yang pandai bersyukur itu susahnya bisa jadi lebih dari soal untuk olimpiade sains dunia. 

Menjadi orang yang pandai bersyukur tidak bisa dilihat dari IQ, dari bakat, dari gaji, atau dari seberapa investasi dunia yang ia miliki. Menjadi orang yang pandai bersyukur itu rata bisa berlaku bagi semua orang di dunia, miskin kaya, kulit putih kulit hitam, rambut keriting rambut lurus, orang kota orang desa, semuanya.

Semua orang, punya peluang untuk menjadi orang pandai bersyukur. Yang bagi saya orang yang paling pintar bersyukur itulah adalah orang yang paling pintar di dunia. Karena mereka tahu cara yang tepat untuk berbahagia tanpa banyak cara, cuma satu, mensyukuri apa yang kita punya.

Semoga saja ya teman-teman, kita bisa menjadi orang yang pandai bersyukur. Kita bisa berbahagia dengan cara yang paling sederhana :)


Dalil Tentang Bersyukur


“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni’mat)-Ku.(QS. 2:152)
“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah. (QS. 2:172)
Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya. (QS. 3:123)
“Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki kepadamu; maka mintalah rezki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan. (QS. 29:17)
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. 31:14)
Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. (QS. 3:145)
“Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui. (QS. 4:147)
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”(QS. 14:7)
Rangkuman dalil di atas dikutip dari belajarbersyukur2012.wordpress.com


2 comments:

Yuli Yuliawati said...

Nice share mba .. salam kenal iya mba

Silmya said...

thank you mba yuli, salam kenal juga! :))