Saturday, September 10, 2016

Gunung Bromo: Beauty is Pain



Judulnya kok gitu?
Saya bukan pendaki gunung. Menuju penanjakan kedua gunung Bromo ini memberikan sensasi baru bagi saya: naik gunung itu susah men, butuh perjuangan, tapi hasilnya, liat deh keren banget! Padahal ini bukan naik gunung beneran, cuma berjalan kaki sedikit ke atas, ditambah naik 300 anak tangga. Tapi karena dilakukan tanpa persiapan olahraga sebelumnya, ditambah harus berjalan sebelum subuh di mana malam sebelumnya kurang tidur, sensasinya lumayan berat.

How to get there? Saya dan teman-teman (Cahya, Ririn, Cindy, Citra Ayu, Hanani, Isti) menyewa sebuah mobil jip dengan harga Rp1.200.000. Harga ini agak mahal karena kita dijemput langsung di penginapan kita. Oya, selama di Malang kita menyewa rumah di daerah Suhat, dengan biaya 500ribu/malam. Rumahnya lumayan luas, kamarnya ada tiga, kamar mandi 1, ada dapur dan mesin cuci. Cukup menampung 7 orang perempuan males beres beres, kecuali Cindy.

Musium Angkut Malang : Cant get enough of taking photos!


Akhir Agustus lalu, untuk kedua kalinya saya mengunjungi Kota Malang. Kali ini saya berangkat bareng teman-teman yang superheboh (Cahya, Ririn, Cindy, Citra Ayu, Isti, Hanani) memakai kereta ekonomi Jakarta-Malang yang menghabiskan waktu 18 jam perjalanan. Memang dari awal kita berniat mau jalan-jalan ala backpacker, meski ujung-ujungnya mereka semua membawa koper, kecuali saya.
Tapi letihnya perjalanan tidak mengurangi rasa riang kami ketika mengunjungi Musium Angkut Malang tepat di hari yang sama kami sampai di Malang. Perjalanan Malang-Batu hanya membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit menggunakan mobil (Kami berangkat dari daerah Suhat, yang merupakan pusat kota Malang).
Kami sampai jam 13.30 lagi panas-panasnya. Tiket masuk Musium Angkut per orangnya di bulan Agustus 2016 ini seharga Rp80.000, tapi kalau mau membawa kamera dslr, kamera digital, mirror lens, atau go pro, dikenakan charge sebesar Rp50.000. Tapiii...karena teman kita, Isti, punya om yang kerja di tempat ini, kita dapat tiket gratis! Yeay!
Well karena ini kali kedua ke Musium Angkut, saya jadi langsung tahu spot-spot mana saja yang bagus untuk foto. Musium Angkut ini luasss sekali, dan terdiri dari beberapa bagian. Di sini saya akan menuliskan bagian-bagian favorit saja ya. Saya tulis berdasarkan selera pribadi, karena jujur saya tidak terlalu mengerti perihal kendaraan-kendaraan yang dipamerkan, yang penting kan fotonya. LOL.

1. Aeroplane Zone
Tempat pesawat-pesawat kecil dipamerkan. Terdiri dari dua lantai. Lantai pertama berupa lantai outdoor (lantai dua di musium angkut). Di sini ada dua pesawat (yang kita harus antri untuk bisa foto di sini). Di lantai atasnya ada pesawat yang bisa dinaiki untuk foto-foto di dalamnya. Saya tidak mencoba wahana ini, karena saya punya tempat andalan untuk berfoto, dimana itu?

Hanani dan Isti